<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel><title><![CDATA[Agrinis Blog]]></title><description><![CDATA[Agrinis Blog]]></description><link>https://blog.agrinis.com/</link><image><url>https://blog.agrinis.com/favicon.png</url><title>Agrinis Blog</title><link>https://blog.agrinis.com/</link></image><generator>Ghost 5.25</generator><lastBuildDate>Fri, 29 May 2026 15:48:31 GMT</lastBuildDate><atom:link href="https://blog.agrinis.com/rss/" rel="self" type="application/rss+xml"/><ttl>60</ttl><item><title><![CDATA[Tips Menangani Suhu Tinggi Pada Musim Panas]]></title><description><![CDATA[<p>Suhu udara yang tinggi dapat menyebabkan stress panas pada ayam. Kondisi ini membuat ayam tidak bisa menyeimbangkan produksi dan pelepasan panas tubuhnya. Perlu diketahui bahwa zona nyaman ayam dewasa berada pada kisaran suhu 25-28&#xB0;C dengan kelembaban 60-70%. Suhu 33&#xB0;C selama beberapa jam dapat menyebabkan kematian pada</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/tips-menangani-suhu-tinggi-pada-musim-panas/</link><guid isPermaLink="false">651e36b83c241e00015756b2</guid><category><![CDATA[Agrinis]]></category><category><![CDATA[anakkandang]]></category><category><![CDATA[article]]></category><category><![CDATA[anatomiayam]]></category><category><![CDATA[ayam]]></category><category><![CDATA[ayambroiler]]></category><category><![CDATA[ayampedaging]]></category><category><![CDATA[ayamsakit]]></category><category><![CDATA[bakteriayam]]></category><category><![CDATA[beritaoktober]]></category><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[bisnisayampedaging]]></category><category><![CDATA[bisnisbroiler]]></category><category><![CDATA[blog]]></category><category><![CDATA[blogayam]]></category><category><![CDATA[blogternak]]></category><category><![CDATA[broiler]]></category><category><![CDATA[bobotayam]]></category><category><![CDATA[closedhouse]]></category><category><![CDATA[Chickin]]></category><category><![CDATA[cobb]]></category><category><![CDATA[desember]]></category><category><![CDATA[DOC]]></category><category><![CDATA[fasefinisher]]></category><category><![CDATA[hama]]></category><category><![CDATA[heatstress]]></category><category><![CDATA[biayausahaayam]]></category><category><![CDATA[dagingayam]]></category><category><![CDATA[hybro]]></category><category><![CDATA[kandangayam]]></category><category><![CDATA[jamurayam]]></category><category><![CDATA[kandangpanggung]]></category><category><![CDATA[kelembabanayam]]></category><category><![CDATA[kandangpostal]]></category><category><![CDATA[kematianayam]]></category><category><![CDATA[artikel]]></category><category><![CDATA[kemitraan]]></category><category><![CDATA[kemitraanayam]]></category><category><![CDATA[kemitraanayambroiler]]></category><category><![CDATA[kemitraanbroiler]]></category><category><![CDATA[kepadatanayam]]></category><category><![CDATA[lingkunganayam]]></category><category><![CDATA[litter]]></category><category><![CDATA[november]]></category><category><![CDATA[news]]></category><category><![CDATA[oktober]]></category><category><![CDATA[OVK]]></category><category><![CDATA[pakanayam]]></category><category><![CDATA[panen]]></category><category><![CDATA[panenayam]]></category><category><![CDATA[limbahayam]]></category><category><![CDATA[peternakmandiri]]></category><category><![CDATA[peternak]]></category><category><![CDATA[peternakayam]]></category><category><![CDATA[ransum]]></category><category><![CDATA[ross]]></category><category><![CDATA[saranaprasarana]]></category><category><![CDATA[semi-postal]]></category><category><![CDATA[produksiayam]]></category><category><![CDATA[pernapasanayam]]></category><category><![CDATA[rumahpotong]]></category><category><![CDATA[suhu]]></category><category><![CDATA[suhukandang]]></category><category><![CDATA[ransumayam]]></category><category><![CDATA[sirkulasikandang]]></category><category><![CDATA[ternakayam]]></category><category><![CDATA[vaksin]]></category><category><![CDATA[PPL]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodalayam]]></category><category><![CDATA[temperature]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodal]]></category><category><![CDATA[usahaayam]]></category><category><![CDATA[usahaayampedaging]]></category><category><![CDATA[suhuayamkandang]]></category><category><![CDATA[performa]]></category><category><![CDATA[pencernaanayam]]></category><category><![CDATA[pemanasayam]]></category><category><![CDATA[vaksinasiayam]]></category><category><![CDATA[performaayam]]></category><category><![CDATA[vaksinternak]]></category><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Thu, 05 Oct 2023 04:49:34 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/10/broiler.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/10/broiler.jpg" alt="Tips Menangani Suhu Tinggi Pada Musim Panas"><p>Suhu udara yang tinggi dapat menyebabkan stress panas pada ayam. Kondisi ini membuat ayam tidak bisa menyeimbangkan produksi dan pelepasan panas tubuhnya. Perlu diketahui bahwa zona nyaman ayam dewasa berada pada kisaran suhu 25-28&#xB0;C dengan kelembaban 60-70%. Suhu 33&#xB0;C selama beberapa jam dapat menyebabkan kematian pada ayam.</p><h2 id="tips-atasi-suhu-tinggi-pada-kandang-ayam">Tips Atasi Suhu Tinggi pada Kandang Ayam</h2><p>pengananan cekaman panas/heat stress dapat dimulai dengan memperbaiki suhu lingkungan yang tinggi dan kemudian mendukung penurunan kondisi ayam akibat cekaman panas. Hal ini tentunya didukung dengan perbaikan pengelolaan lingkungan dan pemberian pakan yang tepat agar ayam tidak mengeluarkan panas berlebih dari tubuhnya. Berikut beberapa cara lain untuk mencoba mengatasi stress akibat panas:</p><h3 id="1-berikan-air-minum-ayam-dengan-suhu-20-24oc">1. &#xA0;Berikan Air Minum Ayam dengan suhu 20-24OC</h3><p>Air dingin dapat digunakan untuk membantu ayam menstabilkan suhu tubuhnya saat udara di sekitarnya tinggi. Pada saat suhu tinggi kemampuan minum ayam meningkat secara signifikan, bahkan pada suhu mencapai 32&#xB0;C jumlah air yang dikonsumsi dapat meningkat sebesar 50%. Atur juga pembagian air minum dan periksa ketersediaan air secara rutin (apalagi jika menggunakan tempat minum manual). Jika perlu, perbanyak jumlah tempat minum agar ayam tidak kesulitan menjangkaunya.</p><h3 id="2-sesuaikan-kepadan-kandang-dan-lakukan-penjarangan">2. &#xA0;Sesuaikan Kepadan Kandang dan Lakukan Penjarangan</h3><p>Kepadatan kandang yang ideal untuk kandang open house ialah 8-10 ekor/m<sup>2</sup> dan close house 15-16 ekor/m<sup>2</sup>. Penjarangan dalam satu kandang bertujuan untuk mengurangi kepadatan sehingga ayam lebih merasa nyaman, tidak terlalu panas dan padat. Selain itu, ayam juga dapat dengan leluasa meradiasikan panas (pelepasan panas) dari dalam tubuhnya ke lingkungan. Pada ayam umur &lt; 14 hari, pelebaran sekat kandang juga dapat dilakukan untuk mengurangi kepadatan kandang. Saat heat stress kepadatan kandang dapat dikurangi 10%.</p><h3 id="3-sesuaikan-perlakuan-dengan-kondisi-lingkungan">3. &#xA0;Sesuaikan Perlakuan dengan Kondisi Lingkungan</h3><p>Apabila suhu lingkungan sedang sekitar tinggi, jangan melakukan vaksinasi, pemotongan paruh (beak trimming) atau perawatan lainnya karena dapat memperparah stress panas. Kegiatan seperti di atas bisa dilakukan saat cuaca sedang sejuk atau sore hari.</p><h3 id="4-atur-pemberian-pakan">4. &#xA0;Atur Pemberian Pakan</h3><p>Yang terbaik adalah tidak memberi ransum pada siang hari ketika suhu sedang tinggi. Pengaturan pola makan dapat dilakukan dengan pemberian pakan 1/3 ransum pada pagi hari, kemudian 2/3 ransum pada sore hari/malam hari ketika suhu lingkungan rendah. Apabila jumlah pakan dari pemberian pakan masih kurang, maka peternak dapat menerapkan pemberian pakan tengah malam atau Midnight feeding. Pemberian pakan tengah malam dilakukan dengan memberikan penerangan (menyalakan lampu) selama 1-2 jam pada tengah malam, yaitu pada pukul 00.00 hingga 02.00 malam. Teknik ini dapat meningkatkan konsumsi pakan ayam sebesar 2 hingga 5 gram per ekor.</p><h3 id="5-berikan-vitamin-dan-elektrolit">5. &#xA0;Berikan Vitamin dan Elektrolit</h3><p>Berikan terapi suportif dengan memberikan vitamin atau multivitamin untuk meningkatkan stamina dan imunitas ayam. Upaya mengatasi suhu kandang yang tinggi sebaiknya tidak dilakukan dengan cara menyemprot langsung pada tubuh ayam karena dapat meningkatkan stress pada ayam. Selain itu, air yang disemprotkan ke tubuh ayam akan jatuh dan membasahi lantai kandang sehingga berpotensi meningkatkan kelembaban dan kadar amonia di dalam kandang.</p><p>Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan elektrolit Sobat Agrinis dapat memesan kepada Agrinis Official di aplikasi Agrinis Farm atau dengan menghubungi langsung nomer Agrinis Official. </p><p>Semoga bermanfaat Sobat Agrinis.</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Tips Mencegah Penyakit Pada Peternakan Broiler]]></title><description><![CDATA[<p>Biosekuriti adalah tindakan pencegahan penyakit di dalam atau di luar kawasan kandang sehingga &#xA0;unggas &#xA0;aman untuk dikonsumsi &#xA0;manusia. Biosekuriti dapat mencegah penyakit seperti virus, bakteri, jamur dan penyakit lainnya &#xA0;masuk dan membahayakan kesehatan unggas. Selain itu dapat menimbulkan penyakit klinis dan penyakit zoonosis (penyakit yang dapat</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/tips-mencegah-penyakit-pada-peternakan-unggas/</link><guid isPermaLink="false">650bad6d3c241e0001575599</guid><category><![CDATA[Agrinis]]></category><category><![CDATA[anakkandang]]></category><category><![CDATA[anatomiayam]]></category><category><![CDATA[article]]></category><category><![CDATA[ayam]]></category><category><![CDATA[ayambroiler]]></category><category><![CDATA[artikel]]></category><category><![CDATA[ayampedaging]]></category><category><![CDATA[ayamsakit]]></category><category><![CDATA[bakteriayam]]></category><category><![CDATA[beritaoktober]]></category><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[biayausahaayam]]></category><category><![CDATA[bisnisayampedaging]]></category><category><![CDATA[bisnisbroiler]]></category><category><![CDATA[blog]]></category><category><![CDATA[blogayam]]></category><category><![CDATA[blogternak]]></category><category><![CDATA[bobotayam]]></category><category><![CDATA[Chickin]]></category><category><![CDATA[broiler]]></category><category><![CDATA[dagingayam]]></category><category><![CDATA[desember]]></category><category><![CDATA[fasefinisher]]></category><category><![CDATA[heatstress]]></category><category><![CDATA[jamurayam]]></category><category><![CDATA[kandangayam]]></category><category><![CDATA[kandangpanggung]]></category><category><![CDATA[kandangpostal]]></category><category><![CDATA[kepadatanayam]]></category><category><![CDATA[kemitraanayambroiler]]></category><category><![CDATA[kemitraanayambroile]]></category><category><![CDATA[limbahayam]]></category><category><![CDATA[lingkunganayam]]></category><category><![CDATA[kemitraanbroiler]]></category><category><![CDATA[panen]]></category><category><![CDATA[OVK]]></category><category><![CDATA[panting]]></category><category><![CDATA[pencernaanayam]]></category><category><![CDATA[pemanasayam]]></category><category><![CDATA[penyakitayam]]></category><category><![CDATA[panenayam]]></category><category><![CDATA[performa]]></category><category><![CDATA[performaayam]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodal]]></category><category><![CDATA[pakanayam]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodalayam]]></category><category><![CDATA[oktober]]></category><category><![CDATA[pernapasanayam]]></category><category><![CDATA[november]]></category><category><![CDATA[peternak]]></category><category><![CDATA[news]]></category><category><![CDATA[peternakayam]]></category><category><![CDATA[peternakmandiri]]></category><category><![CDATA[litter]]></category><category><![CDATA[PPL]]></category><category><![CDATA[produksiayam]]></category><category><![CDATA[ransum]]></category><category><![CDATA[ransumayam]]></category><category><![CDATA[kemitraanayam]]></category><category><![CDATA[ross]]></category><category><![CDATA[kemitraan]]></category><category><![CDATA[suhukandang]]></category><category><![CDATA[suhuayamkandang]]></category><category><![CDATA[sirkulasikandang]]></category><category><![CDATA[saranaprasarana]]></category><category><![CDATA[rumahpotong]]></category><category><![CDATA[kematianayam]]></category><category><![CDATA[temperature]]></category><category><![CDATA[suhu]]></category><category><![CDATA[kelembabanayam]]></category><category><![CDATA[hybro]]></category><category><![CDATA[semi-postal]]></category><category><![CDATA[hama]]></category><category><![CDATA[ternakayam]]></category><category><![CDATA[DOC]]></category><category><![CDATA[usahaayam]]></category><category><![CDATA[vaksin]]></category><category><![CDATA[vaksinasiayam]]></category><category><![CDATA[usahaayampedaging]]></category><category><![CDATA[cobb]]></category><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Thu, 21 Sep 2023 07:18:11 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/09/blog-go-1.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/09/blog-go-1.png" alt="Tips Mencegah Penyakit Pada Peternakan Broiler"><p>Biosekuriti adalah tindakan pencegahan penyakit di dalam atau di luar kawasan kandang sehingga &#xA0;unggas &#xA0;aman untuk dikonsumsi &#xA0;manusia. Biosekuriti dapat mencegah penyakit seperti virus, bakteri, jamur dan penyakit lainnya &#xA0;masuk dan membahayakan kesehatan unggas. Selain itu dapat menimbulkan penyakit klinis dan penyakit zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia). Ada 5 cara &#xA0;penerapan biosekuriti di peternakan broiler. </p><h3 id="1batasi-akses-kandang">1.Batasi Akses Kandang</h3><p>Pentingnya membatasi secara fisik akses lalu lintas (pintu masuk dan keluar) kandang, &#xA0;dengan memberikan pagar sebagai pembatas area sekitar kandang. Tunjuk hanya satu atau dua orang untuk merawat unggas tersebut. Jika Anda memiliki pengunjung, pastikan mereka menjalani proses desinfeksi sebelum memasuki kandang.<br></p><h3 id="2menerapkan-sanitasi-kandang-dan-lingkungan">2.Menerapkan Sanitasi Kandang dan Lingkungan</h3><p>Untuk menjaga unggas bebas dari patogen (virus, bakteri, jamur), selalu jaga kebersihan pakaian khusus yang dikenakan di kandang. Selain itu, selalu cuci pakaian Anda dengan deterjen dan sikat agar kotoran, lumpur, dan kotoran dapat hilang. Kemudian mencuci tangan hingga bersih dengan sabun atau desinfektan sebelum memasuki gudang. Jaga kebersihan kandang, pakan dan air setiap hari. Bersihkan dan desinfeksi peralatan kandang secara teratur.</p><h3 id="3jangan-bawa-agen-penyakit-ke-kandang">3.Jangan Bawa Agen Penyakit ke Kandang</h3><p>Jika peternak mendatangkan burung dari luar, pisahkan terlebih dahulu sebelum digabungkan dengan burung lain, lalu masukkan ke dalam kandang karantina dan pantau minimal dua minggu untuk memastikan tidak membawa kuman sakit.<br>Selain itu, jika peternak mengunjungi kandang &#xA0;atau peternakan lain, pastikan sebelum dan sesudah memasuki kandang, peternak melakukan desinfeksi seluruh tubuhnya, termasuk pakaian dan sepatu. Hal ini untuk mencegah patogen masuk ke kandang lain.<br></p><h3 id="4-kenali-tanda-penyakit-menular-pada-unggas">4. kenali Tanda Penyakit Menular Pada Unggas</h3><p>Peternak harus mengetahui tanda dasar perilaku unggas yang tidak biasa, dimana saat unggas tersebut memperlihatkan gejala klinisnya. Seperti, kematian mendadak, diare, penurunan produksi telur/telur cacat, ngorok, terengah-engah(panting), leleran hidung, batuk, lemah, nafsu makan berkurang, pembengkakan jaringan disekitar mata dan leher, perubahan warna pada pial, dan kaki, depresi, sayap terkulai, kelumpuhan dan sebagainya. Tanda dasar tersebut dapat menjadi indikator gejala suatu penyakit.</p><h3 id="5-lapor-petugas-kesehatan-hewan">5. Lapor Petugas Kesehatan Hewan</h3><p>Hubungi petugas kesehatan hewan seperti dokter hewan terdekat, atau dinas terkait yang membidangi masalah peternakan. Para petugas akan melakukan pengecekan terhadap unggas yang sakit untuk memastikan bahwa unggas tersebut tidak mengidap penyakit yang sangat berbahaya.</p><p>Pengecekan bisa dari tampilan visual, gejala klinis, perubahan patologi anatomi, dan laboratorium untuk melihat agen penyakit sesungguhnya. Setelahnya, petugas kesehatan akan memeberikan vitamin dan antibiotik/vaksin jika dibutuhkan.</p><p>Sobat agrinis saat ini Agrinis menghadirkan OVK paket sanitasi kandang untuk mencegah penyakit menyebar atau masuk ke peternakan sobat agrinis. Hubungi agrinis official melalui aplikasi agrinis farm atau dapat mengunjungi website www.agrinis.com. semoga bermanfaat </p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.<br><br></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Apakah Asites Pada Ayam Berbahaya?]]></title><description><![CDATA[<p>Asites atau &#x201C;kembung&#x201D; pada ayam adalah suatu kondisi dimana paru-paru tidak mampu menyediakan oksigen, ditandai dengan adanya penumpukan cairan dirongga perut ayam.</p><p>Penyebab penyakit ini adalah peningkatan aktivitas jantung dan paru-paru, seperti hipoksia (kekurangan oksigen), malnutrisi (kesalahan pemberian pakan), hipoproteinemia (konsentrasiprotein plasma rendah), keracunan dan penyakit pernafasan pada</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/apakah-asites-pada-ayam-berbahaya/</link><guid isPermaLink="false">6503df6f3c241e00015754f9</guid><category><![CDATA[Agrinis]]></category><category><![CDATA[anatomiayam]]></category><category><![CDATA[article]]></category><category><![CDATA[artikel]]></category><category><![CDATA[ayam]]></category><category><![CDATA[ayambroiler]]></category><category><![CDATA[anakkandang]]></category><category><![CDATA[ayamsakit]]></category><category><![CDATA[bakteriayam]]></category><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[beritaoktober]]></category><category><![CDATA[biayausahaayam]]></category><category><![CDATA[bisnisayampedaging]]></category><category><![CDATA[bisnisbroiler]]></category><category><![CDATA[blog]]></category><category><![CDATA[blogayam]]></category><category><![CDATA[blogternak]]></category><category><![CDATA[broiler]]></category><category><![CDATA[bobotayam]]></category><category><![CDATA[closedhouse]]></category><category><![CDATA[cobb]]></category><category><![CDATA[dagingayam]]></category><category><![CDATA[desember]]></category><category><![CDATA[DOC]]></category><category><![CDATA[fasefinisher]]></category><category><![CDATA[hama]]></category><category><![CDATA[heatstress]]></category><category><![CDATA[hybro]]></category><category><![CDATA[jamurayam]]></category><category><![CDATA[kandangpanggung]]></category><category><![CDATA[kandangayam]]></category><category><![CDATA[kandangpostal]]></category><category><![CDATA[kelembabanayam]]></category><category><![CDATA[kematianayam]]></category><category><![CDATA[Chickin]]></category><category><![CDATA[kemitraan]]></category><category><![CDATA[kemitraanayam]]></category><category><![CDATA[kemitraanayambroile]]></category><category><![CDATA[ayampedaging]]></category><category><![CDATA[lingkunganayam]]></category><category><![CDATA[litter]]></category><category><![CDATA[news]]></category><category><![CDATA[OVK]]></category><category><![CDATA[pakanayam]]></category><category><![CDATA[panenayam]]></category><category><![CDATA[panting]]></category><category><![CDATA[pemanasayam]]></category><category><![CDATA[oktober]]></category><category><![CDATA[penyakitayam]]></category><category><![CDATA[performaayam]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodalayam]]></category><category><![CDATA[pernapasanayam]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodal]]></category><category><![CDATA[performa]]></category><category><![CDATA[peternakayam]]></category><category><![CDATA[peternakmandiri]]></category><category><![CDATA[peternak]]></category><category><![CDATA[PPL]]></category><category><![CDATA[pencernaanayam]]></category><category><![CDATA[produksiayam]]></category><category><![CDATA[panen]]></category><category><![CDATA[ransum]]></category><category><![CDATA[ransumayam]]></category><category><![CDATA[ross]]></category><category><![CDATA[november]]></category><category><![CDATA[rumahpotong]]></category><category><![CDATA[saranaprasarana]]></category><category><![CDATA[limbahayam]]></category><category><![CDATA[semi-postal]]></category><category><![CDATA[kepadatanayam]]></category><category><![CDATA[sirkulasikandang]]></category><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Fri, 15 Sep 2023 04:48:37 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/09/Hidrops-Ascites-ayam.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/09/Hidrops-Ascites-ayam.jpg" alt="Apakah Asites Pada Ayam Berbahaya?"><p>Asites atau &#x201C;kembung&#x201D; pada ayam adalah suatu kondisi dimana paru-paru tidak mampu menyediakan oksigen, ditandai dengan adanya penumpukan cairan dirongga perut ayam.</p><p>Penyebab penyakit ini adalah peningkatan aktivitas jantung dan paru-paru, seperti hipoksia (kekurangan oksigen), malnutrisi (kesalahan pemberian pakan), hipoproteinemia (konsentrasiprotein plasma rendah), keracunan dan penyakit pernafasan pada ayam.</p><h3 id="gejala-klinis-asites">Gejala Klinis Asites</h3><p>Gejala klinis asites yang tampak adalah: kurang lincah, malas bergerak, sulit bernapas, perut kembung, gelisah, bulu kusam, sianosis (kebiruan) pada kulit kepala, penyusutan jengger, dan muncul ruam pada kulit perut (perut) merah sampai coklat dan mungkin mati mendadak. Akumulasi cairan dalam abdomen dapat berwarna transparan, kekuningan/kecoklatan, maupun bercampur dengan fibrin. Pada kejadian infeksius (terjadi infeksi sekunder), cairan asites dapat berwarna keruh abu-abu hingga kehijau-hijauan dan berbau busuk. Sedangkan pada kasus non-infeksius, cairan berwarna jernih dan tidak berbau.</p><h3 id="perubahan-patologi-anatomi">Perubahan Patologi Anatomi</h3><p>Patologi atau hasil nekropsi pada ayam penderita asites menunjukkan bahwa hati membengkak, ditutupi fibrin berwarna abu-abu, menyusut dan terdapat bintil-bintil yang keras (besar). Perubahan yang terjadi pada jantung antara lain efusi perikardial,terkadang perikarditis, dan perlengketan perikardial pada jantung.</p><h3 id="pencegahan-asites">Pencegahan Asites</h3><p>1. Melakukan seleksi anak ayam (DOC) dimulai dari entri anak ayam.</p><p>2. Untuk daerah dingin perlu perlakuan khusus pada saat masa brooding agar suhu yang diingikan DOC tercapai.</p><p>3. Pastikan pengelolaan perawatan ayam yang baik,seperti ventilasi yang cukup, kepadatan ayam yang sesuai dan tidak terlalu padat, penyediaan udara segar dengan membuka dan menutup tirai kandang serta mengurangi kadar amonia di dalam kandan pada kadnang open house. dan pada kandang close house terapkan kecepatan angin yang sesuai dengan umur atau bobot badan</p><p>4. Menjaga kualitas ransum (pakan) yang diberikan terutama kandungan protein dan garam.</p><p>5. Hindari ransum yang menggumpal, tengik atau terkontaminasi jamur.</p><p>6. Memberikan pengobatan yang tepat bila ayam mengalami infeksi pernafasan,tergantung penyebab penyakitnya. Misalnya pengobatan antibiotik (untuk penyakit bakteri) dan penyakit virus (IA, ND, IB) dapat dihindari dengan vaksinasi yang teratur dan tepat.</p><h3 id="cara-pengobatan-asites">Cara Pengobatan Asites</h3><p>Ayam yang menderita asites akibat retensi cairan sangat sulit diobati, artinya tidak dapat diobati atau tidak ada obat khusus. Namun penggunaan antibiotik dan multivitamin dapat mencegah infeksi bakteri sekunder dan menjaga imunitas tubuh. Vitamin A dapat digunakan untuk regenerasi sel, begitu pula vitamin E dan selenium sebagai antioksidan dan pelindung sel.</p><p>Sobat Agrinis harus memperhatikan bahwa yang terbaik adalah menghindari infeksi bakteri/virus dan kontaminasi pakan oleh Aspergillus sp(mikotoksin). pada saat memulai beternak agar kerugian yang ditanggung peternak tidak terlalu besar.</p><p>Untuk mendapatkan obat dan vitamin yang terbukti ampuh mengobati dan mencegah Sobat Agrinis dapat membelinya di Agrinis Official banyak macam-macam obat &#xA0;dan di dampingin oleh ahli di bidang peternakan ayam broiler serta mendapat rekomendasi medikasi oleh team Agrinis. </p><p>Semoga bermanfaat Sobat Agrinis.</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Cara Pemberian Pakan Masa Brooding yang Tepat]]></title><description><![CDATA[<p>Pada masa brooding, ayam akan tumbuh dengan sangat pesat dan meliputi seluruh organ yang penting bagi kinerja ayam tersebut. Hampir semua makanan yang dikonsumsi ditujukan untuk pertumbuhan. Serangkaian proses yang terjadi pada tubuh ayam pada masa brooding sangatlah penting sehingga perlu perhatian dan penanganan yang intensif pada masa tersebut. Kegagalan</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/cara-pemberian-pakan-masa-brooding-yang-tepat/</link><guid isPermaLink="false">64fac62f3c241e0001575423</guid><category><![CDATA[Agrinis]]></category><category><![CDATA[anakkandang]]></category><category><![CDATA[anatomiayam]]></category><category><![CDATA[article]]></category><category><![CDATA[ayam]]></category><category><![CDATA[ayambroiler]]></category><category><![CDATA[ayamsakit]]></category><category><![CDATA[bakteriayam]]></category><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[biayausahaayam]]></category><category><![CDATA[beritaoktober]]></category><category><![CDATA[bisnisayampedaging]]></category><category><![CDATA[ayampedaging]]></category><category><![CDATA[bisnisbroiler]]></category><category><![CDATA[blogayam]]></category><category><![CDATA[blogternak]]></category><category><![CDATA[blog]]></category><category><![CDATA[DOC]]></category><category><![CDATA[fasefinisher]]></category><category><![CDATA[hama]]></category><category><![CDATA[desember]]></category><category><![CDATA[jamurayam]]></category><category><![CDATA[kandangayam]]></category><category><![CDATA[kandangpanggung]]></category><category><![CDATA[kelembabanayam]]></category><category><![CDATA[kandangpostal]]></category><category><![CDATA[kemitraan]]></category><category><![CDATA[kematianayam]]></category><category><![CDATA[kemitraanayambroiler]]></category><category><![CDATA[kemitraanayambroile]]></category><category><![CDATA[kemitraanayam]]></category><category><![CDATA[hybro]]></category><category><![CDATA[OVK]]></category><category><![CDATA[pakanayam]]></category><category><![CDATA[panting]]></category><category><![CDATA[panenayam]]></category><category><![CDATA[pemanasayam]]></category><category><![CDATA[panen]]></category><category><![CDATA[pencernaanayam]]></category><category><![CDATA[penyakitayam]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodal]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodalayam]]></category><category><![CDATA[pernapasanayam]]></category><category><![CDATA[performaayam]]></category><category><![CDATA[peternakmandiri]]></category><category><![CDATA[PPL]]></category><category><![CDATA[ransum]]></category><category><![CDATA[ransumayam]]></category><category><![CDATA[ross]]></category><category><![CDATA[rumahpotong]]></category><category><![CDATA[produksiayam]]></category><category><![CDATA[saranaprasarana]]></category><category><![CDATA[peternakayam]]></category><category><![CDATA[performa]]></category><category><![CDATA[oktober]]></category><category><![CDATA[peternak]]></category><category><![CDATA[suhuayamkandang]]></category><category><![CDATA[suhukandang]]></category><category><![CDATA[suhu]]></category><category><![CDATA[ternakayam]]></category><category><![CDATA[temperature]]></category><category><![CDATA[sirkulasikandang]]></category><category><![CDATA[semi-postal]]></category><category><![CDATA[news]]></category><category><![CDATA[litter]]></category><category><![CDATA[november]]></category><category><![CDATA[kepadatanayam]]></category><category><![CDATA[kemitraanbroiler]]></category><category><![CDATA[dagingayam]]></category><category><![CDATA[cobb]]></category><category><![CDATA[closedhouse]]></category><category><![CDATA[heatstress]]></category><category><![CDATA[Chickin]]></category><category><![CDATA[broiler]]></category><category><![CDATA[limbahayam]]></category><category><![CDATA[lingkunganayam]]></category><category><![CDATA[bobotayam]]></category><category><![CDATA[usahaayam]]></category><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Fri, 08 Sep 2023 07:26:58 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/09/82-listagem-blogminiaturacuidadosfabricacaoracao.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/09/82-listagem-blogminiaturacuidadosfabricacaoracao.jpg" alt="Cara Pemberian Pakan Masa Brooding yang Tepat"><p>Pada masa brooding, ayam akan tumbuh dengan sangat pesat dan meliputi seluruh organ yang penting bagi kinerja ayam tersebut. Hampir semua makanan yang dikonsumsi ditujukan untuk pertumbuhan. Serangkaian proses yang terjadi pada tubuh ayam pada masa brooding sangatlah penting sehingga perlu perhatian dan penanganan yang intensif pada masa tersebut. Kegagalan pada tahap ini akan menyulitkan pencapaian performa optimal pada produksi ayam tahap selanjutnya. Untuk meminimalisir keadaan tersebut maka peternak harus mengetahui cara pemberian pakan yang benar pada ayam selama masa brooding agar asupan pakan ayam tetap terpenuhi.</p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/09/98456528-31ab-4ad5-a717-1d197be797c7.jpg" class="kg-image" alt="Cara Pemberian Pakan Masa Brooding yang Tepat" loading="lazy" width="900" height="900" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/09/98456528-31ab-4ad5-a717-1d197be797c7.jpg 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/09/98456528-31ab-4ad5-a717-1d197be797c7.jpg 900w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><h3 id="1-perhatikan-bentuk-dan-tekstur-pakan">1. Perhatikan Bentuk dan &#xA0;Tekstur Pakan</h3><p>Secara alamiah, seekor ayam lebih menyukai pakan berbentuk butiran seperti crumble atau pellet. Saat periode starter, pakan yang diberikan biasanya berbentuk mash dan crumble. Pada DOC umur 0-7 hari sebaiknya pemberian pakan dalam bentuk mash guna memudahkan DOC mematuk pakan sebanyak-banyak dan tak mengeluarkan banyak energy ketika proses mematuk pakan.</p><h3 id="2-jumlah-tempat-pakan-dan-minum-sesuai-populasi">2. Jumlah Tempat Pakan dan Minum Sesuai Populasi</h3><p>Sediakan tempat pakan dan minum dengan jumlah yang cukup sesuai jumlah ayam yang berada di dalam kandang. Ketinggian tempat pakan sebaiknya diatur agar sejajar dengan tinggi punggung ayam. Usahakan untuk tidak mengisi tempat pakan ayam terlalu penuh karena ada risiko tinggi tumpahnya makanan atau tumbuhnya jamur jika ada sisa. Idealnya cukup untuk &#xBE; kapasitas makanan. Selain itu, tempat pakan dan minum juga harus dijaga kebersihannya. Cuci tempat pakan dan minum setidaknya dua kali sehari pagi dan sore dengan merendamnya dalam larutan desinfektan.</p><h3 id="3-berikan-sedikit-sedikit-namun-sering">3. Berikan Sedikit-sedikit Namun Sering</h3><p>Untuk ayam dalam masa brooding, pemberian pakan 4-9 kali/hari bersifat opsional, karena ayam tahap ini tumbuh sangat cepat dan efisiensi penggunaan pakan sangat tinggi. Pemberian pakan juga sebaiknya dilakukan pada saat suhu lingkungan nyaman untuk ayam seperti pagi hari, sore dan malam hari.</p><h3 id="4-memberikan-air-minum-dengan-multivitamin">4. Memberikan Air Minum dengan Multivitamin</h3><p>Sediakan air minum yang bersih dan berkualitas secara<em> ad libitum</em> (tidak dibatasi) setiap hari karena jika konsumsi air minum rendah maka konsumsi pakan juga rendah. Serta tambahkan juga multivitamin untuk memacu pertumbuhan seperti asam amino dan vitamin lainnya.</p><h3 id="5-pencatatan-recording-yang-tertata">5. Pencatatan Recording yang Tertata</h3><p>Recording di sini meliputi pencatatan komposisi pakan, kondisi fisik, kandungan nutrisi, jumlah pakan yang habis, dan pakan yang tersisa. Pakan yang akan diberikan sebaiknya selalu ditimbang, sehingga bisa diketahui jumlah pakan yang habis. Bandingkan jumlah konsumsi ayam per harinya dengan standar breeder, sehingga performa ayam bisa dipantau terus-menerus. Data-data ini sangat bermanfaat untuk menghitung jumlah pengeluaran dan mengevaluasi performa ayam. Contohnya jika suatu saat konsumsi turun dibarengi dengan bobot badan yang juga turun, maka peternak bisa mengambil tindakan penanganan sesegera mungkin.</p><h3 id="6-lakukan-kontrol-secara-rutin">6. Lakukan Kontrol Secara Rutin</h3><p>Pengontrolan perlu dilakukan akan peternak dapat memastikan bahwa kondisi lingkungan yang dibutuhkan DOC pada masa brooding ini tercapai sehigga memaksimalkan produksi kedepannya. Kontrol pada masa kritis seperti malam hari ketika suhu dingin atau pagi ketika pergantian suhu dari dingin ke panas.</p><h3 id="7-kontrol-dan-hitung-feed-intake">7. Kontrol dan Hitung Feed Intake</h3><p>Cara menentukan tercapai atau tidaknya feed intake (konsumsi pakan/ekor/hari) yaitu dengan menghitung pakan yang di konsumsi hari ini dibandingkan dengan hari kemarin. Setelah itu, bandingkan jumlah konsumsi ayam per harinya dengan standar manual guide, sehingga performa ayam bisa dipantau terus-menerus.</p><h3 id="8-suhu-brooding-yang-optimal">8. Suhu Brooding yang Optimal</h3><p>Suhu yang nyaman pada masa brooding dapat dipenuhi dari pemakaian pemanas. Fungsi pemanas bagi DOC &#xA0;menjadi sangat penting, karena bukan hanya menjadi penghangat saja, akan tetapi panas yang dihasilkan juga berfungsi menstimulus berbagai fungsi organ, termasuk organ pengatur suhu tubuhnya dan penyerapan kuning telur yang beguna bagi antibody DOC.</p><p>Pemanas biasanya digunakan hingga anak ayam berumur 2 minggu. Namun hal ini bukanlah sebuah standar yang mutlak karena penggunaan pemanas dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca di kandang.</p><p>Saat ini Agrinis Official mengeluarkan produk paket OVK untuk mencegah beberapa penyakit seperti E.Coli, CRD, snot kemudian multivitamin serta asam amino esensial. Hubungi Agrinis Official di Aplikasi Agrinis Farm atau konjungi ecommerce dengan mengetik Agrinis Official. </p><p>Semoga bermanfaat Sobat Agrinis.</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Antisipasi Kaki Kering DOC, Begini Caranya!]]></title><description><![CDATA[<p>Pada awal pemeliharan, kaki kering pada DOC (Day Old Chick) sering terlihat. Kasus kaki kering tidak jauh hubungannya dengan dehidrasi. Dehidrasi dapat terjadi karena tubuh ayam kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan. Selain itu, kaki kering hampir selalu dikaitkan dengan keterlambatan perkembangan. Penyebab kaki kering dan terhambatnya pertumbuhan tidak</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/antisipasi-kaki-kering-doc-begini-caranya/</link><guid isPermaLink="false">64f031cf3c241e0001575378</guid><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[anakkandang]]></category><category><![CDATA[anatomiayam]]></category><category><![CDATA[Agrinis]]></category><category><![CDATA[artikel]]></category><category><![CDATA[ayambroiler]]></category><category><![CDATA[ayampedaging]]></category><category><![CDATA[ayam]]></category><category><![CDATA[bakteriayam]]></category><category><![CDATA[ayamsakit]]></category><category><![CDATA[beritaoktober]]></category><category><![CDATA[bisnisayampedaging]]></category><category><![CDATA[biayausahaayam]]></category><category><![CDATA[bisnisbroiler]]></category><category><![CDATA[blog]]></category><category><![CDATA[blogternak]]></category><category><![CDATA[blogayam]]></category><category><![CDATA[article]]></category><category><![CDATA[broiler]]></category><category><![CDATA[Chickin]]></category><category><![CDATA[closedhouse]]></category><category><![CDATA[dagingayam]]></category><category><![CDATA[bobotayam]]></category><category><![CDATA[desember]]></category><category><![CDATA[DOC]]></category><category><![CDATA[hama]]></category><category><![CDATA[heatstress]]></category><category><![CDATA[hybro]]></category><category><![CDATA[kandangayam]]></category><category><![CDATA[jamurayam]]></category><category><![CDATA[kandangpostal]]></category><category><![CDATA[kandangpanggung]]></category><category><![CDATA[kelembabanayam]]></category><category><![CDATA[fasefinisher]]></category><category><![CDATA[kemitraan]]></category><category><![CDATA[kematianayam]]></category><category><![CDATA[kemitraanayam]]></category><category><![CDATA[cobb]]></category><category><![CDATA[peternak]]></category><category><![CDATA[peternakmandiri]]></category><category><![CDATA[peternakayam]]></category><category><![CDATA[produksiayam]]></category><category><![CDATA[PPL]]></category><category><![CDATA[pernapasanayam]]></category><category><![CDATA[ransum]]></category><category><![CDATA[ransumayam]]></category><category><![CDATA[limbahayam]]></category><category><![CDATA[lingkunganayam]]></category><category><![CDATA[litter]]></category><category><![CDATA[november]]></category><category><![CDATA[news]]></category><category><![CDATA[OVK]]></category><category><![CDATA[panenayam]]></category><category><![CDATA[pencernaanayam]]></category><category><![CDATA[pemanasayam]]></category><category><![CDATA[performa]]></category><category><![CDATA[penyakitayam]]></category><category><![CDATA[performaayam]]></category><category><![CDATA[panting]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodal]]></category><category><![CDATA[panen]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodalayam]]></category><category><![CDATA[ross]]></category><category><![CDATA[rumahpotong]]></category><category><![CDATA[pakanayam]]></category><category><![CDATA[saranaprasarana]]></category><category><![CDATA[oktober]]></category><category><![CDATA[semi-postal]]></category><category><![CDATA[kepadatanayam]]></category><category><![CDATA[sirkulasikandang]]></category><category><![CDATA[kemitraanbroiler]]></category><category><![CDATA[suhu]]></category><category><![CDATA[kemitraanayambroiler]]></category><category><![CDATA[suhuayamkandang]]></category><category><![CDATA[kemitraanayambroile]]></category><category><![CDATA[suhukandang]]></category><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Thu, 31 Aug 2023 06:57:05 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/1.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/1.jpg" alt="Antisipasi Kaki Kering DOC, Begini Caranya!"><p>Pada awal pemeliharan, kaki kering pada DOC (Day Old Chick) sering terlihat. Kasus kaki kering tidak jauh hubungannya dengan dehidrasi. Dehidrasi dapat terjadi karena tubuh ayam kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan. Selain itu, kaki kering hampir selalu dikaitkan dengan keterlambatan perkembangan. Penyebab kaki kering dan terhambatnya pertumbuhan tidak hanya faktor genetik tetapi juga faktor mekanis seperti proses dari hatchery/breeding, transportasi dan kurangnya pasokan air bersih di dalam kandang.</p><h2 id="dampak-kaki-kering-terhadap-doc">Dampak Kaki Kering Terhadap DOC</h2><p>1. Anak ayam akan minum lebih banyak daripada makan, yang akan menyebabkan berat badan anak ayam turun (menyebabkan kekerdilan). Disarankan untuk memisahkan ayam sehat dan kaki kering.</p><p>2. Bobot anak ayam tidak stabil, terkadang ayam umur 12 hari mudah mati karena kaki kering.</p><h2 id="antisipasi-jika-mendapat-doc-kaki-kering">Antisipasi Jika Mendapat DOC Kaki Kering</h2><p><br>Antisipasi jika mendapat DOC dehidrasi (kaki kering) yang kemungkinan akan terjadi kekerdilan :</p><p><strong>1. &#xA0;</strong>Pilih atau pisahkan anak ayam yang terlihat cacat, kerdil, lusuh dan kusam. DOC yang tidak layak sebaiknya dikeluarkan dari kandang atau di culling, seperti DOC yang beratnya kurang dari 30 gram, tidak mampu berdiri, kaki cacat, tulang belakang bengkok, paruh tidak simetris, dan kaki kering.</p><p><strong>2. &#xA0;</strong>Melakukan isolasi, dimana pemisahan antara DOC sehat dan kaki kering di dalam brooding yang harus ditangani secara berbeda terutama mengenai makanan, vitamin, minuman.</p><h3 id="penanganan-doc-kaki-kering">Penanganan DOC Kaki Kering</h3><p>1. Selalu memperhatikan manajemen suhu dan kelembaban pada kandang brooding. Tentunya sambil melihat tingkah laku dari anak ayam tersebut, agar mempermudah pengaturan suhu dan kelembaban yang sesuai dengan kebutuhannya. Biasanya suhu brooding yang dibutuhkan sekitar 32-35&#x2070; celcius.</p><p>2. Brooding di tengah kandang pasti ada tirai dalam dan tirai luar. Jika anak ayam merasakan kepanasan (panting) maka tirai dalam bisa dibuka. Jika masih kepanasan, tirai luar bisa dibuka sedikit saja. Buka tutup tirai dalam dan luar brooding dapat digunakan sebagai pengaturan suhu kandang brooding. Karena setiap jam dan perubahan cuaca bisa terjadi perubahan suhu pada kandang.</p><p><strong>1. </strong>Penambahan suplemen brooding sangat diperlukan, atau menggunakan alternatif lain dengan menggunakan larutan air gula merah per 1000 ekor 1/2 kg sebagai sumber energi.<br><strong>2. </strong>Dapat juga dengan memberikan vitamin C, E, dan B kompleks.<br><strong>3. </strong>Jumlah tempat minum harus sesuai dan berimbang dengan jumlah ayam.<br><strong>4. </strong>Kebutuhan air minum pada ayam adalah dua kali dari kebutuhan pakan ayam.</p><p>Jangan lupa peternak selalu memastikan manajemen kandang, serta penanganan yang tepat saat DOC baru sampai ke kandang. Agrinis saat ini menyediakan OVK paket DOC datang untuk mencegah DOC kaki kering, mengembalikan energy setelah perjalan dari penetasan ke kandang, dan membantu kesehatan usus karena mengandung probiotik dan menambah nafsu makan DOC, karena vitamin yang kami sediakan adalah obat herbal. </p><p>Semoga bermanfaat Sobat Agrinis</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Cara Menentukan Umur Panen Ayam]]></title><description><![CDATA[<p>Sebagai peternak berpengalaman, &#xA0;mungkin sudah familiar dalam menentukan waktu panen ayam broiler. Namun lain halnya bagi pemula yang akan banyak bertanya &#x201C;kapan waktu panen ayam yang tepat?&#x201D;. Berikut beberapa poin penting cara menentukan panen ayam dan menjadi bahan pertimbangan Sobat Agrinis dalam menentukan waktu panen ayam broiler.</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/cara-menentukan-umur-panen-ayam/</link><guid isPermaLink="false">64e717023c241e00015752c9</guid><category><![CDATA[Agrinis]]></category><category><![CDATA[anakkandang]]></category><category><![CDATA[anatomiayam]]></category><category><![CDATA[artikel]]></category><category><![CDATA[article]]></category><category><![CDATA[ayambroiler]]></category><category><![CDATA[ayam]]></category><category><![CDATA[ayamsakit]]></category><category><![CDATA[ayampedaging]]></category><category><![CDATA[bakteriayam]]></category><category><![CDATA[beritaoktober]]></category><category><![CDATA[biayausahaayam]]></category><category><![CDATA[bisnisayampedaging]]></category><category><![CDATA[bisnisbroiler]]></category><category><![CDATA[blogayam]]></category><category><![CDATA[blog]]></category><category><![CDATA[blogternak]]></category><category><![CDATA[broiler]]></category><category><![CDATA[Chickin]]></category><category><![CDATA[closedhouse]]></category><category><![CDATA[dagingayam]]></category><category><![CDATA[bobotayam]]></category><category><![CDATA[desember]]></category><category><![CDATA[DOC]]></category><category><![CDATA[fasefinisher]]></category><category><![CDATA[hama]]></category><category><![CDATA[heatstress]]></category><category><![CDATA[cobb]]></category><category><![CDATA[hybro]]></category><category><![CDATA[jamurayam]]></category><category><![CDATA[kandangayam]]></category><category><![CDATA[kandangpostal]]></category><category><![CDATA[news]]></category><category><![CDATA[oktober]]></category><category><![CDATA[november]]></category><category><![CDATA[OVK]]></category><category><![CDATA[pakanayam]]></category><category><![CDATA[panen]]></category><category><![CDATA[panenayam]]></category><category><![CDATA[produksiayam]]></category><category><![CDATA[ransumayam]]></category><category><![CDATA[rumahpotong]]></category><category><![CDATA[semi-postal]]></category><category><![CDATA[saranaprasarana]]></category><category><![CDATA[sirkulasikandang]]></category><category><![CDATA[suhu]]></category><category><![CDATA[ross]]></category><category><![CDATA[suhuayamkandang]]></category><category><![CDATA[ransum]]></category><category><![CDATA[suhukandang]]></category><category><![CDATA[PPL]]></category><category><![CDATA[peternakmandiri]]></category><category><![CDATA[pernapasanayam]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodal]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodalayam]]></category><category><![CDATA[performaayam]]></category><category><![CDATA[peternak]]></category><category><![CDATA[performa]]></category><category><![CDATA[pencernaanayam]]></category><category><![CDATA[penyakitayam]]></category><category><![CDATA[pemanasayam]]></category><category><![CDATA[panting]]></category><category><![CDATA[peternakayam]]></category><category><![CDATA[lingkunganayam]]></category><category><![CDATA[limbahayam]]></category><category><![CDATA[kepadatanayam]]></category><category><![CDATA[litter]]></category><category><![CDATA[kemitraanayambroiler]]></category><category><![CDATA[kemitraanayambroile]]></category><category><![CDATA[kemitraan]]></category><category><![CDATA[kematianayam]]></category><category><![CDATA[kelembabanayam]]></category><category><![CDATA[kemitraanayam]]></category><category><![CDATA[usahaayam]]></category><category><![CDATA[ternakayam]]></category><category><![CDATA[usahaayampedaging]]></category><category><![CDATA[vaksinasiayam]]></category><category><![CDATA[temperature]]></category><category><![CDATA[vaksinternak]]></category><category><![CDATA[vaksin]]></category><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Thu, 24 Aug 2023 09:06:33 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/whatsapp-i-1589955327.jpeg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/whatsapp-i-1589955327.jpeg" alt="Cara Menentukan Umur Panen Ayam"><p>Sebagai peternak berpengalaman, &#xA0;mungkin sudah familiar dalam menentukan waktu panen ayam broiler. Namun lain halnya bagi pemula yang akan banyak bertanya &#x201C;kapan waktu panen ayam yang tepat?&#x201D;. Berikut beberapa poin penting cara menentukan panen ayam dan menjadi bahan pertimbangan Sobat Agrinis dalam menentukan waktu panen ayam broiler.</p><h2 id="poin-penting-menentukan-umur-panen">Poin Penting Menentukan Umur Panen</h2><p>Dalam menentukan waktu panen ayam broiler harus ada beberapa pertimbangan. Waktu yang tepat untuk menjual ayam broiler akan menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh peternak. Berikut beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan :</p><h3 id="1-fcr-feed-convertion-ratio">1. FCR (Feed Convertion Ratio)</h3><p>Feed Convertion Ratio (FCR) atau nilai konversi pakan, yang menunjukkan perbandingan antara jumlah kilogram (kg) ransum yang dikonsumsi ayam untuk menghasilkan 1 kg bobot badan. Rumusnya adalah :</p><p>FCR =Jumlah ransum yang dikonsumsi (kg) / Bobot badan yang dihasilkan (kg) Atau FCR = Feed Intake (kg) / BW (kg)</p><p>Feed intake adalah konsumsi pakan per ekor, sedangkan BW adalah bobot rata-rata ayam.</p><p>Semakin besar hasil FCR, maka efisiensi penggunaan ransum pun semakin kurang baik, begitu pula sebaliknya. Biasannya suatu pihak perusahaan sudah menentukan standar nilai FCR agar peternak terus bisa memantau FCR ayam broiler setiap minggunya</p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/IMG_1400786-Foto-Equipment-Kebutuhan-Tempat-Pakan-dan-Minum-Ideal-pada-Usaha-Broiler.jpg" class="kg-image" alt="Cara Menentukan Umur Panen Ayam" loading="lazy" width="800" height="449" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/08/IMG_1400786-Foto-Equipment-Kebutuhan-Tempat-Pakan-dan-Minum-Ideal-pada-Usaha-Broiler.jpg 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/IMG_1400786-Foto-Equipment-Kebutuhan-Tempat-Pakan-dan-Minum-Ideal-pada-Usaha-Broiler.jpg 800w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><h3 id="contoh-kasus-mencari-fcr-ayam-broiler">Contoh Kasus Mencari FCR Ayam Broiler</h3><p>Pak Joko memelihara ayam dengan total populasi 4000 ekor dalam satu kandang. Umur ayam sekarang 30 hari dengan bobot rata-rata 1,8 kg, dengan total pakan yang telah dikonsumsi adalah 200 sak karung pakan Podomoro Feedmill. Sampai di umur 30 hari ayam pak Joko sudah mati sebanyak 250 ekor. Maka berapakah FCR nya?</p><p>Diketahui :<br>Umur 30 hari<br>Populasi awal : 4000 ekor<br>Ayam hidup : 4000-250 = 3750 ekor<br>Total konsumsi pakan : 200 sak x 50 kg = 10.000 kg<br>ABW : 1,8 kg<br>FI (feed intake)= 10.000 kg / 3750 ekor = 2,66 kg/ekor (berarti ayam mengkonsumsi 3 kg untuk satu ekornya).</p><p><strong>Jawab :</strong></p><p>FCR = feed intake/ABW<br>FCR = 2,66 kg / 1,8 kg<br>FCR = 1,477</p><p>Bisa di katakan performance ayam pak Joko bagus karena FCR 1,477 di bobot 1,8 (tergantung standart FCR masing-masing peternak atau perusahaan).</p><h3 id="2-kesukaan-konsumen">2. Kesukaan Konsumen</h3><p>Selama ini peternak ayam broiler telah memanen ayam umur 30-35 hari dengan bobot hidup 1,5-2,0 kg/ekor. Namun waktu panen dapat disesuaikan dengan target pemasaran (konsumen). Konsumen dalam negeri Indonesia umumnya lebih menyukai ayam broiler berukuran kecil (1-1,5 kg). Untuk ukuran besar biasanya dikhususkan untuk pengolahan makanan tertentu (sate, opor, dll) dan untuk industri pengolahan ayam (nugget, sosis, bakso dll). Jika anda bergabung dalam suatu kemitraan (sistem kemitraan) Sobat Agrinis tidak perlu khawatir akan menjualnya dimana, karena dimiliki langsung oleh pihak dengan harga kontrak ketika diawal kerjasama.</p><h3 id="3-harga-jual-pasar">3. Harga Jual Pasar</h3><p>Tidak pastinya harga live bird ayam broiler (fluktuatif harga jual) di pasaran, akan menjadi pertimbangan waktu umur panen. Misalnya, di pasaran sedang terjadi kenaikan harga jual ayam pada hari-hari besar agama (idul fitri), maka periode pemeliharaan bisa disingkat atau dijual diawal dengan garis besar bobot badan sudah mencapai target pasar agar keuntungan yang diperoleh lebih besar. Selain itu, dapat dijadikan strategi pemeliharaan untuk kedepannya dengan memperkirakan harga jual ayam tinggi di hari-hari tertentu.</p><h3 id="4-kesehatan-ayam">4. Kesehatan Ayam</h3><p>Kesehatan ayam yang dimaksud adalah berkaitan tentang datangnya penyakit, karena akan menjadi pertimbangan ekonomis seperti pengeluaran biaya pengobatan dan biaya ransum yang bengkak karena tidak tercapainya bobot badan bahkan kematian. Contoh kasusnya adalah, ayam broiler terserang penyakit colibacillosis umur 32 hari (umur panen &#xB1; 35 hari). Dengan kondisi seperti itu, dianjurkan ayam tersebut dipanen daripada diobati. Alasannya karena ayam yang terkena coli sulit diobat dan di umur tersebut bobot badan ayam sudah hampir mencapai berat penjualan.</p><p>Oleh karena itu, Sobat Agrinis harus merencanakan dengan matang, termasuk kapan panen, agar dapat mencapai apa yang diharapkan dalam produksi ayam broiler yaitu keuntungan yang maksimal. </p><p>Semoga bermanfaat sobat agrinis.</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Kasus Feses Pakan pada Ayam Broiler]]></title><description><![CDATA[<p>Peternak pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah feses pakan pada ayam, konon feses ayam/feses berupa bentuk makanan atau warna pakan. Banyak peternak yang mengeluhkannya. Namun peternak tidak perlu terlalu khawatir, jika ada masalah dengan feses yang keluar, mereka perlu memikirkan di mana pusat pengolahan dan penyerapan nutrisi, dan</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/kasus-feses-pakan-pada-ayam-broiler/</link><guid isPermaLink="false">64d497ee3c241e0001575266</guid><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Thu, 10 Aug 2023 08:43:03 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/Panen-Ayam-Broiler-Setiap-Bulan-Kenapa-Tidak.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/Panen-Ayam-Broiler-Setiap-Bulan-Kenapa-Tidak.jpg" alt="Kasus Feses Pakan pada Ayam Broiler"><p>Peternak pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah feses pakan pada ayam, konon feses ayam/feses berupa bentuk makanan atau warna pakan. Banyak peternak yang mengeluhkannya. Namun peternak tidak perlu terlalu khawatir, jika ada masalah dengan feses yang keluar, mereka perlu memikirkan di mana pusat pengolahan dan penyerapan nutrisi, dan kemudian memikirkan penyebab sekunder lainnya</p><h2 id="feses-pakan">Feses Pakan</h2><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/penyakit-ayam-berak-kapur-1.png" class="kg-image" alt="Kasus Feses Pakan pada Ayam Broiler" loading="lazy" width="1024" height="1024" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/08/penyakit-ayam-berak-kapur-1.png 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/size/w1000/2023/08/penyakit-ayam-berak-kapur-1.png 1000w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/penyakit-ayam-berak-kapur-1.png 1024w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><p><br>Kasus feses pakan biasannya akan terlihat pakan utuh tidak tercerna dalam organ pencernaan ayam, feses berbentuk partikel besar dari jagung, dan bentuk feses sangat cair. Adanya feses pakan mengindikasikan ada yang tidak beres dengan organ pencernaan/usus, dimana lapisan mucosa fili-fili usus terjadi kerusakan atau infeksi.</p><h2 id="faktor-berak-pakan">Faktor Berak Pakan</h2><h3 id="1-pakannutrisi">1. Pakan/Nutrisi</h3><p>Pakan tidak terserap sepenuhnya dan akan terbuang (feses) secara tidak perlu, apalagi jika masih terlihat sebagai pakan, yang pasti akan menyebabkan pertumbuhan anak ayam terganggu dan menjadi kerdil. Biasanya nutrisi pakan yang tidak tidak sesuai dengan kebutuhan ayam, seperti kandungan garam yang tinggi, kandungan protein yang tinggi dan kandungan serat kasar yang tinggi sering terjadi. Jika diberikan pada ayam secara terus menerus akan menyebabkan kerusakan (iritasi/peradangan) pada dinding usus ayam. Jika organ saluran pencernaan terganggu, penyerapan makanan tidak terserap seluruhnya dan feses tetap berupa makanan.</p><h3 id="2mikotoksin">2.Mikotoksin</h3><p>Selain tingginya kandungan garam, protein dan serat kasar pada pakan, mikotoksin pada pakan akan mempengaruhi sistem pencernaan ayam. Mikotosin merupakan proses metabolisme sekunder (hasil sampingan) dari jamur atau dapat dianggap sebagai racun/toksin. Jika bahan pakan atau makanan berjamur, produksi mikotoksin akan terjadi pada saat ini. Tanda lain dari mikotosin adalah feses berbentuk pakan dan cair. Namun, sebenarnya banyak tanda lain karena penyerapan nutrisi pada sistem pencernaan ayam tidak maksimal.</p><h3 id="3-infeksi-sekunder">3. Infeksi Sekunder</h3><p>Munculnya infeksi sekunder akibat pengolahan pakan yang tidak efisien pada saluran pencernaan &#xA0;ayam yang akan memperparah dampak kasus feses pakan dan berujung pada kematian. feses pakan tidak secara langsung meningkatkan kematian kecuali ada infeksi sekunder berikutnya seperti gumboro, ND (Newcastle disease), E-Coli, dll. Adanya infeksi sekunder (penyakit lain menyerang) karena kondisi berak pakan memicu melemahnya daya tahan tubuh (Imunosuppresif)</p><h3 id="gejala-feses-pakan">Gejala Feses Pakan</h3><ol><li>Feses pakan ditandai dengan adanya komponen utuh seperti biji jagung kecil yang keluar bersama dengan kotorannya.</li><li>Tekstur tinja cair (tetesan basah).</li><li>Feses tidak berbentuk dan di selaputi warna putih asam urat.</li><li>Terkadang feses disertai dengan cairan kuning atau orange.</li></ol><h3 id="dampak-feses-pakan-pada-ayam">Dampak Feses Pakan Pada Ayam</h3><p>Parah tidaknya dampak dari adanya gejala berak pakan tergantung dari kecepatan antisipasi peternak dan tingkat keparahan.</p><ol><li>Pertumbuhan ayam akan terhambat karena pakan tidak terserap sempurna. Misalnya kondisi normal pada usia 31-33 hari dengan berat badan 1,7-1,9 kg, namun dengan gangguan ini pada usia yang sama hanya mencapai 1,6-1,7 kg. Akhirnya, panen ditunda untuk mengejar bobot yang diharapkan.</li><li>FCR (Feed Conversion Rate) pun akan bengkak. Ketika pertumbuhan terhambat dan pakan terbuang percuma (feses) maka FCR yang tinggi akan merugikan peternak, terbilang tinggi karena jumlah konsumsi ransum yang banyak namun tidak sebanding dengan pertumbuhan atau pertambahan bobot ayam. Misalnya kondisi normal pada umur 31-33 hari dengan FCR 1,45-1,55, tapi dengan kejadian tersebut di umur yang sama mencapai FCR 1,70.</li><li>Ayam mengalami stunting syndrome (RSS) atau kekerdilan. Apabila sebagian besar populasi mengalami pakan tidak tercerna sempurna (feses pakan), panen ayam bisa mundur 3-4 hari bahkan lebih, dan efisiensi pakan akan menurun lebih dari 25%. Jika tidak cepat tertangani, bukan tidak mungkin ayam akan gagal tumbuh sehingga akan menyebabkan kerugian bagi peternak.</li></ol><p><br>Solusi yang perlu dilakukan Sobat Agrinis dapat memberikan antibiotik sebagai pengendali infeksi sekunder akibat bakteri, melakukan desinfektan lingkungan kandang menggunakan PAKET SANITASI dari AGRINIS OFFICIAL, mengganti pakan yang sesuai standar, dapat menggunakan bantuan vitamin atau asam amino yang sudah diformulasikan oleh team kami yaitu PAKET AYAM MONSTER.<br>Sobat Agrinis dapat menghubungi Agrinis Official atau kunjungi e-commerce dari Agrinis semoga bermanfaat.</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Standar Kepadatan Kandang Untuk Memaksimalkan Keuntungan]]></title><description><![CDATA[<p>Selama 50 tahun terakhir di Indonesia, industri perunggasan telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan protein hewani. Kontribusinya bahkan mencapai 67% dari total kebutuhan protein hewani. Misalnya, ayam pedaging dan ayam petelur adalah dua bisnis favorit peternak skala kecil dan besar.</p><p>Usaha peternakan ayam tidak selalu berjalan mulus, baik</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/standar-kepadatan-kandang-untuk-memaksimalkan-keuntungan/</link><guid isPermaLink="false">64cb5cf33c241e0001575202</guid><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Thu, 03 Aug 2023 08:17:53 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/Ternak-Ayam-Broiler-1000x576.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/Ternak-Ayam-Broiler-1000x576.jpg" alt="Standar Kepadatan Kandang Untuk Memaksimalkan Keuntungan"><p>Selama 50 tahun terakhir di Indonesia, industri perunggasan telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan protein hewani. Kontribusinya bahkan mencapai 67% dari total kebutuhan protein hewani. Misalnya, ayam pedaging dan ayam petelur adalah dua bisnis favorit peternak skala kecil dan besar.</p><p>Usaha peternakan ayam tidak selalu berjalan mulus, baik secara teknis maupun non teknis. Banyak tantangan di lapangan yang menyebabkan tingkat mortalitas tinggi saat dipelihara, kasus kanibal yang mengganggu produksi dan tantangan lain yang memaksa peternak berpikir keras untuk menjaga ayam tetap sehat dan produksi tidak terganggu. Tantangan yang sering dihadapi oleh peternak adalah adanya ketidaksesuaian antara jumlah ternak ayam pedaging dengan kapasitas kandang baik pada ayam pedaging maupun ayam petelur yang berdampak pada ketidakmampuan ayam pedaging dalam memproduksi daging dan telur secara efisien karena lingkungan yang tidak nyaman.</p><h3 id="kepadatan-kandang">Kepadatan Kandang</h3><p>Kepadatan kandang merupakan kesesuaian antara luas kandang dengan jumlah ayam per 1 m2 atau jumlah ayam dalam 1 sangkar baterai. Produksi ayam baik itu broiler maupun layer, tentu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti genetik dan lingkungan. Genetik memiliki peran sebesar 30% dan lingkungan sebesar 70%. Salah satu faktor lingkungan yang tidak kalah pentingnya yaitu pengaturan kepadatan ayam dalam satu luasan m2 . Apabila kepadatan telah memenuhi kebutuhan ayam, dampak positif yang dihasilkan adalah ayam akan mencapai kondisi nyaman, kenaikan bobot daging akan maksimal.</p><p><br>Kondisi bisa terjadi sebaliknya, apabila kondisi nyaman dari kepadatan tidak tercapai, maka dapat memberikan dampak negatif terhadap performa ayam. Ayam akan mudah stress akibat tingginya gas amonia di dalam kandang. Selain itu sirkulasi udara menjadi buruk, serta suhu dan kelembaban meningkat di kandang/baterai. Suhu dan kelembaban yang tinggi mengakibatkan konsumsi pakan akan berkurang sehingga hal ini berpengaruh terhadap pencapaian bobot yang tidak maksimal atau rendahnya bobot afkir. Ayam juga menjadi mudah terserang penyakit dan dampak buruk lainnya timbul sifat kanibal dari ayam tersebut. Tentu kondisi seperti ini dapat merugikan peternak karena tidak hanya performa produksi yang turun akan tetapi dapat menimbulkan tingginya tingkat kematian/ayam yang dimusnahkan.</p><p><br>Di tengah kondisi harga ayam setahun belakangan ini yang masih jauh dari harapan para peternak, maka sangat penting bagi peternak untuk menjalankan proses budi daya lebih maksimal. Caranya dengan kontrol secara intensif dan dilakukan dengan hati-hati. Peternak juga tentu diharapkan dapat mengatur kepadatan ayam di kandang secara optimal agar ayam terhindar dari faktor penyebab penyakit, stress, produksi menurun, dan mortalitas tinggi yang tentunya akan berimbas pada laba keuntungan yang diperoleh.</p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/sdgsd.jpg" class="kg-image" alt="Standar Kepadatan Kandang Untuk Memaksimalkan Keuntungan" loading="lazy" width="1000" height="667" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/08/sdgsd.jpg 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/08/sdgsd.jpg 1000w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><h3 id="pengaturan-kepadatan">Pengaturan Kepadatan</h3><p>Pengaturan kepadatan ayam akan mempengaruhi kesehatan, performa, keseragaman serta kualitas hasil panen. Banyak peternak yang ditemui masih belum menyadari pentingnya pengaturan kepadatan ayam di kandang. Pertimbangan kepadatan ayam sejak awal harus menjadi fokus perhatian, misal pada peternakan broiler, peternak harus menargetkan pada umur berapa ayam akan dipanen sehingga mereka dapat menyiasati berapa kepadatan yang akan digunakan nantinya.</p><p>Umumnya para pelaku peternakan ayam memiliki caranya tersendiri dengan standar yang berbeda-beda, khususnya dalam pengaturan kepadatan ayam dalam satu kandang baik untuk broiler di kandang open house maupun untuk layer di kandang baterai. Mengingat begitu pentingnya untuk mengatur kepadatan ayam agar performa produksi tercapai dengan baik, maka pada tulisan ini akan menjelaskan secara singkat teknik sederhana untuk mengatur kepadatan pada setiap fase pertumbuhan ayam baik di broiler maupun layer.</p><h3 id="kepadatan-kandang-ayam-pedaging-broiler">Kepadatan Kandang Ayam Pedaging (broiler)</h3><p>Menurut <em>Manual book Ross (2018)</em>, kepadatan ayam yang diputuskan oleh peternak tergantung pada:</p><p>1. Target berat saat panen.<br>2. Kondisi cuaca dan iklim.<br>3. Tipe dan sistem perkandangan (open/close), serta jenis peralatan dan ventilasinya.<br>4. Jaminan kualitas hasil panen.</p><p>Terdapat dua standar kepadatan ayam yang sering dipakai di dunia ini yaitu European Union Broiler Welfare Directive (2007) serta National Chicken Council (2010) yang dipakai di USA serta banyak negara negara lain termasuk Indonesia. Standar Kepadatan menurut National Chicken Council (2010) adalah sebagai berikut :</p><p>1. Panen di bawah 2,04 kg, maksimum kepadatan ayamnya adalah 32 kg/m&#xB2;.<br>2. Panen antara 2,04-2,49 kg, maksimum kepadatan ayamnya adalah 37 kg/m&#xB2;.<br>3. Panen di atas 2,49 kg, maksimum kepadatan ayamnya adalah 42 kg/m&#xB2;.</p><p>Agrinis memberikan rekomendasi kepadatan yang didasarkan pada tipe kandang yang ada terdapat pada Tabel 2.</p><!--kg-card-begin: html--><table class="MsoTableLightGrid" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" style="border-collapse:collapse;border:none;mso-border-alt:solid black 1.0pt;
 mso-border-themecolor:text1;mso-yfti-tbllook:1184;mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt">
 <tbody><tr style="mso-yfti-irow:-1;mso-yfti-firstrow:yes;mso-yfti-lastfirstrow:yes">
  <td width="160" rowspan="2" style="width:119.7pt;border:solid black 1.0pt;
  mso-border-themecolor:text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt">
  <p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;text-align:center;
  line-height:normal;mso-yfti-cnfc:5"><strong><span style="font-family:&quot;Cambria&quot;,serif;
  mso-ascii-theme-font:major-latin;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
  mso-fareast-theme-font:major-fareast;mso-hansi-theme-font:major-latin;
  mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-bidi-theme-font:major-bidi;
  mso-ansi-language:EN-ID">Umur Ayam<o:p></o:p></span></strong></p>
  </td>
  <td width="319" colspan="2" style="width:239.4pt;border-top:solid black 1.0pt;
  mso-border-top-themecolor:text1;border-left:none;border-bottom:solid black 2.25pt;
  mso-border-bottom-themecolor:text1;border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:
  text1;mso-border-left-alt:solid black 1.0pt;mso-border-left-themecolor:text1;
  padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt">
  <p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;text-align:center;
  line-height:normal;mso-yfti-cnfc:1"><strong><span style="font-family:&quot;Cambria&quot;,serif;
  mso-ascii-theme-font:major-latin;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
  mso-fareast-theme-font:major-fareast;mso-hansi-theme-font:major-latin;
  mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-bidi-theme-font:major-bidi;
  mso-ansi-language:EN-ID">Tipe Kandang<o:p></o:p></span></strong></p>
  </td>
 </tr>
 <tr style="mso-yfti-irow:0">
  <td width="160" style="width:119.7pt;border-top:none;border-left:none;
  border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;
  border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:
  solid black 1.0pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black 1.0pt;
  mso-border-left-themecolor:text1;background:silver;mso-background-themecolor:
  text1;mso-background-themetint:63;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt">
  <p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;text-align:center;
  line-height:normal;mso-yfti-cnfc:64"><strong style="mso-bidi-font-weight:normal"><span style="color:black;mso-color-alt:windowtext;mso-ansi-language:EN-ID">Open
  House</span></strong><strong style="mso-bidi-font-weight:normal"><span style="mso-ansi-language:EN-ID"><o:p></o:p></span></strong></p>
  </td>
  <td width="160" style="width:119.7pt;border-top:none;border-left:none;
  border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;
  border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:
  solid black 1.0pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black 1.0pt;
  mso-border-left-themecolor:text1;background:silver;mso-background-themecolor:
  text1;mso-background-themetint:63;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt">
  <p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;text-align:center;
  line-height:normal;mso-yfti-cnfc:64"><strong style="mso-bidi-font-weight:normal"><span style="color:black;mso-color-alt:windowtext;mso-ansi-language:EN-ID">Close
  House</span></strong><strong style="mso-bidi-font-weight:normal"><span style="mso-ansi-language:EN-ID"><o:p></o:p></span></strong></p>
  </td>
 </tr>
 <tr style="mso-yfti-irow:1">
  <td width="160" valign="top" style="width:119.7pt;border:solid black 1.0pt;
  mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black 1.0pt;
  mso-border-top-themecolor:text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt">
  <p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;line-height:normal;mso-yfti-cnfc:
  132"><span style="font-family:&quot;Cambria&quot;,serif;mso-ascii-theme-font:major-latin;
  mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-fareast-theme-font:major-fareast;
  mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
  mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-ansi-language:EN-ID;mso-bidi-font-weight:
  bold">0-5 minggu<o:p></o:p></span></p>
  </td>
  <td width="160" valign="top" style="width:119.7pt;border-top:none;border-left:
  none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;
  border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:
  solid black 1.0pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black 1.0pt;
  mso-border-left-themecolor:text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt">
  <p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;line-height:normal;mso-yfti-cnfc:
  128"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">8-13 ekor/m2<o:p></o:p></span></p>
  </td>
  <td width="160" valign="top" style="width:119.7pt;border-top:none;border-left:
  none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;
  border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:
  solid black 1.0pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black 1.0pt;
  mso-border-left-themecolor:text1;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt">
  <p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;line-height:normal;mso-yfti-cnfc:
  128"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">15-18 ekor/m2<o:p></o:p></span></p>
  </td>
 </tr>
 <tr style="mso-yfti-irow:2;mso-yfti-lastrow:yes">
  <td width="160" valign="top" style="width:119.7pt;border:solid black 1.0pt;
  mso-border-themecolor:text1;border-top:none;mso-border-top-alt:solid black 1.0pt;
  mso-border-top-themecolor:text1;background:silver;mso-background-themecolor:
  text1;mso-background-themetint:63;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt">
  <p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;line-height:normal;mso-yfti-cnfc:
  68"><span style="font-family:&quot;Cambria&quot;,serif;mso-ascii-theme-font:major-latin;
  mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-fareast-theme-font:major-fareast;
  mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
  mso-bidi-theme-font:major-bidi;color:black;mso-color-alt:windowtext;
  mso-ansi-language:EN-ID;mso-bidi-font-weight:bold">5-panen</span><span style="font-family:&quot;Cambria&quot;,serif;mso-ascii-theme-font:major-latin;
  mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-fareast-theme-font:major-fareast;
  mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
  mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-ansi-language:EN-ID;mso-bidi-font-weight:
  bold"><o:p></o:p></span></p>
  </td>
  <td width="160" valign="top" style="width:119.7pt;border-top:none;border-left:
  none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;
  border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:
  solid black 1.0pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black 1.0pt;
  mso-border-left-themecolor:text1;background:silver;mso-background-themecolor:
  text1;mso-background-themetint:63;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt">
  <p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;line-height:normal;mso-yfti-cnfc:
  64"><span style="color:black;mso-color-alt:windowtext;mso-ansi-language:EN-ID">8-10
  ekor/m2</span><span style="mso-ansi-language:EN-ID"><o:p></o:p></span></p>
  </td>
  <td width="160" valign="top" style="width:119.7pt;border-top:none;border-left:
  none;border-bottom:solid black 1.0pt;mso-border-bottom-themecolor:text1;
  border-right:solid black 1.0pt;mso-border-right-themecolor:text1;mso-border-top-alt:
  solid black 1.0pt;mso-border-top-themecolor:text1;mso-border-left-alt:solid black 1.0pt;
  mso-border-left-themecolor:text1;background:silver;mso-background-themecolor:
  text1;mso-background-themetint:63;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt">
  <p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;line-height:normal;mso-yfti-cnfc:
  64"><span style="color:black;mso-color-alt:windowtext;mso-ansi-language:EN-ID">13-15
  ekor/m2</span><span style="mso-ansi-language:EN-ID"><o:p></o:p></span></p>
  </td>
 </tr>
</tbody></table><!--kg-card-end: html--><p>Tabel 2. Kepadatan (ayam/m&#xB2;)</p><p>Demikian ulasan teknis yang bisa kami sampaikan tentang kepadatan ayam. Tentunya kondisi di lapangan perlu disesuaikan. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan berkaitan dengan kepadatan ayam ini. Kita sebagai peternak harus cerdas dan cermat dengan melihat banyak sisi dalam mempertimbangkan berapa kepadatan yang akan bisa diambil. Hal tersebut agar performa dan keuntungan yang kita dapat dalam pemeliharaan ayam bisa maksimal. Tim kami di lapangan siap mendukung para peternak melalui diskusi di kandang.</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Perbedaan Antara Vaksin Aktif dan Vaksin Inaktif Pada Ayam]]></title><description><![CDATA[<p>Vaksinasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh hewan, termasuk ayam, untuk merangsang kekebalan terhadap penyakit. Padahal vaksin adalah mikroorganisme/agen penular yang telah dilemahkan/dibunuh lalu diformulasikan sebagai infeksi buatan. Fungsinya untuk merangsang pembentukan kekebalan (antibodi) pada hewan (ayam) untuk mencegah penyakit. Berdasarkan jenis agen infeksi hidup yang dikandungnya, vaksin</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/perbedaan-antara-vaksin-aktif-dan-vaksin-in-aktif-pada-ayam/</link><guid isPermaLink="false">64ba328cfe74de00019e344d</guid><category><![CDATA[Agrinis]]></category><category><![CDATA[anakkandang]]></category><category><![CDATA[anatomiayam]]></category><category><![CDATA[artikel]]></category><category><![CDATA[ayam]]></category><category><![CDATA[ayampedaging]]></category><category><![CDATA[ayambroiler]]></category><category><![CDATA[bakteriayam]]></category><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[beritaoktober]]></category><category><![CDATA[biayausahaayam]]></category><category><![CDATA[bisnisayampedaging]]></category><category><![CDATA[bisnisbroiler]]></category><category><![CDATA[blog]]></category><category><![CDATA[blogternak]]></category><category><![CDATA[bobotayam]]></category><category><![CDATA[broiler]]></category><category><![CDATA[Chickin]]></category><category><![CDATA[closedhouse]]></category><category><![CDATA[blogayam]]></category><category><![CDATA[dagingayam]]></category><category><![CDATA[cobb]]></category><category><![CDATA[desember]]></category><category><![CDATA[fasefinisher]]></category><category><![CDATA[DOC]]></category><category><![CDATA[heatstress]]></category><category><![CDATA[hybro]]></category><category><![CDATA[jamurayam]]></category><category><![CDATA[kandangayam]]></category><category><![CDATA[hama]]></category><category><![CDATA[kandangpanggung]]></category><category><![CDATA[kandangpostal]]></category><category><![CDATA[ayamsakit]]></category><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Fri, 21 Jul 2023 07:39:20 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/Cara-Vaksinasi-Ayam-Potong-Broiler-760x506.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/Cara-Vaksinasi-Ayam-Potong-Broiler-760x506.jpg" alt="Perbedaan Antara Vaksin Aktif dan Vaksin Inaktif Pada Ayam"><p>Vaksinasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh hewan, termasuk ayam, untuk merangsang kekebalan terhadap penyakit. Padahal vaksin adalah mikroorganisme/agen penular yang telah dilemahkan/dibunuh lalu diformulasikan sebagai infeksi buatan. Fungsinya untuk merangsang pembentukan kekebalan (antibodi) pada hewan (ayam) untuk mencegah penyakit. Berdasarkan jenis agen infeksi hidup yang dikandungnya, vaksin dibagi menjadi dua kelompok: vaksin aktif (vaksin hidup, <em>live vaccine</em>) dan vaksin inaktif (<em>killed vaccine</em>).</p><h2 id="vaksin-aktif">Vaksin Aktif</h2><p>Vaksin aktif adalah vaksin yang mengandung virus hidup atau yang virulensinya dilemahkan. Vaksin aktif dapat diberikan secara massal (air minum, semprotan) atau secara individual (injeksi, tetes mata/hidung/mulut). Namun, dalam kebanyakan kasus, aplikasinya melalui obat tetes mata dan air minum. Karena sifat kekebalan dari vaksin aktif, lebih mudah dibentuk, tetapi cepat rusak.</p><h3 id="a-kelebihan">A. Kelebihan</h3><p>Vaksin aktif memiliki keuntungan sebagai berikut:</p><ol><li>Saat ayam menerima vaksin, sistem kekebalan tubuh baru merespons dengan cepat.</li><li>Merangsang pembentukan sistem kekebalan tubuh secara umum, termasuk respons sel-T (limfosit-T/sel darah putih) dan IgA mukosa (antibodi A).</li></ol><p>Vaksin aktif juga memiliki kelemahan yaitu:</p><ol><li>Tidak dapat dilakukan pada hewan yang masih memiliki antibodi maternal.</li><li>Vaksin aktif harus disimpan pada suhu rendah yaitu 2-8&#xB0;C untuk menjaga kualitas vaksin. 3. Kesalahan dalam penyimpanan atau pemindahan di tempat dapat mengakibatkan terbunuhnya mikroorganisme hidup dalam vaksin.</li><li>Perubahan suhu yang terlalu mendadak dan tinggi, sinar matahari dan radiasi ultraviolet yang dapat membunuh mikroorganisme hidup (virus) dalam vaksin, dapat menurunkan efektivitas/kualitas vaksin.</li><li>Durasi kekebalan lebih pendek dibandingkan dengan vaksin yang tidak aktif.</li><li>Terkadang ada beberapa vaksinasi berbeda yang perlu diulang.</li></ol><h2 id="vaksin-inaktif">Vaksin Inaktif</h2><p>Vaksin inaktif adalah vaksin yang tidak dapat bereproduksi di dalam tubuh hewan yang divaksinasi tetapi dapat merangsang produksi antibodi/sistem kekebalan tubuh. Vaksin inaktif mengandung agen infeksius yang telah dimatikan atau dimatikan yang masih bersifat imunogenik atau mampu merangsang produksi antibodi. Sebagian besar vaksin inaktif memblokir imunitas humoral spesifik (sel T) yang bersirkulasi dalam darah. Jika vaksin inaktif bekerja melalui aliran darah dan menghasilkan antibodi, vaksin ini diberikan melalui injeksi (injeksi).</p><h3 id="kelebihan">Kelebihan</h3><ol><li>Tingkat protektivitasnya bagus. Setelah vaksin diaplikasin ke tubuh ayam, dilepas secara perlahan, sehingga titer antibodi bertahan lebih lama dari vaksin aktif.</li><li>Aman karena tidak ada risiko menjadi patogen dan setiap produk vaksin menjalani kontrol kualitas.</li><li>Ayam tidak terlalu stres karena ada vaksin kombinasi, sehingga jadwal vaksinasi yang berdekatan dapat diselesaikan dengan dosis tunggal.</li></ol><h3 id="kelemahan">Kelemahan</h3><ol><li>Stimulasi imunitas seluler dan mukosa lebih sedikit, karena butuh waktu lebih lama untuk membangun imunitas tubuh, sekitar 2 minggu setelah pemakaian.</li><li>Tidak boleh disimpan di bawah 2 &#xB0; C karena merusak emulsi (persiapan vaksin).</li><li>Penyimpanan harus pada 2-8 &#x2103;.</li></ol><p>Jika terdapat residu pada vaksin saat menggunakan vaksin inaktif, sebaiknya tidak digunakan lagi untuk vaksinasi selanjutnya. Vaksin inaktif harus digunakan dalam waktu 24 jam karena dikhawatirkan kondisi vaksin steril dan kapasitas/potensi vaksin berubah. Semua jenis vaksin yang telah disimpan pada suhu stabil 2-8&#xB0;C harus dicairkan sebelum digunakan. </p><p>Semoga bermanfaat bagi Sobat Agrinis</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.<br><br></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Pentingnya Cahaya Terhadap Pertumbuhan Ayam Broiler]]></title><description><![CDATA[<p>Cahaya adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Ini dapat mempengaruhi pertumbuhan hewan, tumbuhan atau manusia.<br>Cahaya adalah energi gelombang elektromagnetik yang tampak oleh mata yang dipancarkan oleh suatu benda. Dalam peternakan, cahaya ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan hewan.<br>Khususnya pada peternakan ayam, cahaya merupakan faktor pemeliharaan yang penting</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/pentingnya-cahaya-terhadap-pertumbuhan-ayam-broiler/</link><guid isPermaLink="false">64af9271fe74de00019e33a4</guid><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Agrinis]]></category><category><![CDATA[anakkandang]]></category><category><![CDATA[anatomiayam]]></category><category><![CDATA[article]]></category><category><![CDATA[artikel]]></category><category><![CDATA[ayam]]></category><category><![CDATA[ayambroiler]]></category><category><![CDATA[ayampedaging]]></category><category><![CDATA[ayamsakit]]></category><category><![CDATA[beritaoktober]]></category><category><![CDATA[biayausahaayam]]></category><category><![CDATA[bisnisayampedaging]]></category><category><![CDATA[bakteriayam]]></category><category><![CDATA[blog]]></category><category><![CDATA[blogayam]]></category><category><![CDATA[bobotayam]]></category><category><![CDATA[blogternak]]></category><category><![CDATA[broiler]]></category><category><![CDATA[closedhouse]]></category><category><![CDATA[cobb]]></category><category><![CDATA[dagingayam]]></category><category><![CDATA[desember]]></category><category><![CDATA[DOC]]></category><category><![CDATA[hama]]></category><category><![CDATA[heatstress]]></category><category><![CDATA[hybro]]></category><category><![CDATA[jamurayam]]></category><category><![CDATA[fasefinisher]]></category><category><![CDATA[Chickin]]></category><category><![CDATA[kandangayam]]></category><category><![CDATA[kandangpostal]]></category><category><![CDATA[kelembabanayam]]></category><category><![CDATA[bisnisbroiler]]></category><category><![CDATA[kandangpanggung]]></category><category><![CDATA[kematianayam]]></category><category><![CDATA[kemitraan]]></category><category><![CDATA[kemitraanayam]]></category><category><![CDATA[kemitraanayambroile]]></category><category><![CDATA[kemitraanbroiler]]></category><category><![CDATA[kemitraanayambroiler]]></category><category><![CDATA[news]]></category><category><![CDATA[oktober]]></category><category><![CDATA[OVK]]></category><category><![CDATA[pakanayam]]></category><category><![CDATA[panenayam]]></category><category><![CDATA[panting]]></category><category><![CDATA[pemanasayam]]></category><category><![CDATA[performa]]></category><category><![CDATA[performaayam]]></category><category><![CDATA[penyakitayam]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodalayam]]></category><category><![CDATA[pernapasanayam]]></category><category><![CDATA[peternak]]></category><category><![CDATA[peternakayam]]></category><category><![CDATA[perhitunganmodal]]></category><category><![CDATA[PPL]]></category><category><![CDATA[peternakmandiri]]></category><category><![CDATA[produksiayam]]></category><category><![CDATA[pencernaanayam]]></category><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Thu, 13 Jul 2023 07:07:35 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/wd.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/wd.png" alt="Pentingnya Cahaya Terhadap Pertumbuhan Ayam Broiler"><p>Cahaya adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Ini dapat mempengaruhi pertumbuhan hewan, tumbuhan atau manusia.<br>Cahaya adalah energi gelombang elektromagnetik yang tampak oleh mata yang dipancarkan oleh suatu benda. Dalam peternakan, cahaya ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan hewan.<br>Khususnya pada peternakan ayam, cahaya merupakan faktor pemeliharaan yang penting karena untuk merangsang hormone pertumbuhan dan juga dapat berfungsi sebagai penghangat ayam. Penerangan di dalam kandang dari DOC hingga panen bisa diatur sesuai dengan intensitas cahaya.</p><h3 id="standar-cahaya-untuk-ayam">Standar Cahaya untuk Ayam</h3><p>Pencahayaan untuk ayam pedaging berbeda dengan pencahayaan untuk ayam petelur. Untuk ayam broiler bisa disesuaikan dengan umur ayam, karena setiap umur ayam memiliki intensitas cahaya yang berbeda.<br>Pengaturan cahaya dapat diatur tergantung waktu dan intensitas cahaya. Ayam kampung biasanya memancarkan cahaya terus menerus selama 24 jam, dan cahayanya berkurang seiring bertambahnya usia.<br>Pada umur 1-7 hari, kadar cahaya harus 20 lux. Setelah berumur seminggu, cahayanya bisa berkurang sekitar 5-10 lux.<br>Tujuannya adalah untuk mengurangi kematian dan meningkatkan pertumbuhan ayam.Waktu penggunaan adalah 16 jam dengan lampu menyala dan 8 jam dengan lampu mati. Selama ini, dapat membantu menghilangkan stress dan memperlancar sistem pencernaan ayam. </p><p>Keseimbangan pencahayaan juga sangat penting dikarenakan melatonin dihasilkan saat cahaya gelap. Melatonin dibutuhkan oleh broiler untuk metabolisme tubuh terkait dengan konsumsi pakan dan pencernaan serta beberapa fungsi sistem kekebalan. Selain itu, pencahayaan yang tepat dapat mencegah kematian mendadak , <em>spiking mortality</em>, dan <em>leg problem</em>.<br></p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/wdw.jpg" class="kg-image" alt="Pentingnya Cahaya Terhadap Pertumbuhan Ayam Broiler" loading="lazy" width="825" height="825" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/07/wdw.jpg 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/wdw.jpg 825w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><p>Ini merupakan indikasi pemasangan lampu pemanas atau brooding DOC yang beda dan yang salah sebagai tolak ukur Sobat Agrinis.</p><h3 id="intensitas-cahaya">Intensitas Cahaya</h3><p>Dalam sebuah studi, pengenalan terhadap pencahayaan dengan sistem 16 : 8 (16 jam pencahayaan terang, dan 8 jam pencahayaan redup) pada broiler dapat mengurangi stres, memperbaiki reaksi tubuh, dan menekan aktivitas berlebih dalam kandang. Namun juga perlu diperhatikan bahwa tipe kandang juga akan mempengaruhi sistem pencahayaan dalam kandang ya Sobat Agrinis.</p><p>Jarak antara lampu dengan distribusinya harus sama, karena jika tidak merata dapat mempengaruhi produktivitas sehingga feed intake terganggu. Jarak yang disarankan antara lampu dan dasar sangkar adalah 2 meter dan distribusi lampu dipastikan merata.</p><h3 id="warna-cahaya">Warna Cahaya</h3><p>Warna cahaya yang terpapar di dalam kandang sangat berpengaruh terhadap rangsangan hormone pertumbuhan, lampu yang digunakan selama musim produksi berwarna merah-jingga. Karena dapat merangsang kematangan seksual dan hormon melatonin sebagai hormone pertumbuhan. Selain itu, cahaya merah-oranye dapat menembus tengkorak.</p><p>Jenis lampu dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Pada umumnya peternak di Indonesia memiliki dua pilihan warna ialah &#xA0;putih dan merah-orange.<br>Sedangkan jenis lampunya lampu bohlam dengan neon. Berikut contoh jenis dan warna yang familiar dipakai peternak di Indonesia :</p><p>1. Lampu bohlam, atau lebih umum pijar, memancarkan cahaya jingga-merah dan mengalirkan arus listrik ke filamen di dalamnya. Lampu ini banyak digunakan oleh para peternak karena harganya yang cukup terjangkau, namun tergolong lampu yang boros.</p><p>2. Lampu neon adalah lampu listrik yang menggunakan gas neon dan lapisan tabung neon. Cahaya yang dihasilkan oleh satu watt lebih besar dari cahaya lampu pijar. Lampu ini lebih mahal. Jika peternak ingin menggunakan lampu neon, mereka dapat memilih lampu putih tetapi ada juga lampu bohlam berwarna orange.</p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/wdcwc.png" class="kg-image" alt="Pentingnya Cahaya Terhadap Pertumbuhan Ayam Broiler" loading="lazy" width="825" height="464" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/07/wdcwc.png 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/wdcwc.png 825w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><p>Lampu bohlam dan lampu neon untuk pencahayaan ayam</p><p>Penerangan dan pencahayaan pada kandang ayam sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas.</p><p>Untuk itu kita perlu memperhatikan beberapa hal seperti yang diuraikan diatas. Semoga informasi diatas bisa membantu sobat agrinis dimanapun berada dalam pemeliharaan ayam broiler yang baik dan benar.</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Tips Memanen Ayam Agar Tidak Merusak Kualitas Daging]]></title><description><![CDATA[<p>Dalam waktu pemanenan ayam ada proses penangkapan dan pengangkutan yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan panen. Pada proses kegiatan ini banyak hal yang berdampak pada hasil panen yang diperoleh. Umumnya operator tidak melakukan penangkapan dengan pelan-pelan sehingga membuat ayam stress dan ada juga kaki ayam yang patah maupun memar dan</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/tips-memanen-ayam-agar-tidak-merusak-kualitas-daging/</link><guid isPermaLink="false">64a7b95090234a0001dd5ef4</guid><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Fri, 07 Jul 2023 07:34:50 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Dalam waktu pemanenan ayam ada proses penangkapan dan pengangkutan yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan panen. Pada proses kegiatan ini banyak hal yang berdampak pada hasil panen yang diperoleh. Umumnya operator tidak melakukan penangkapan dengan pelan-pelan sehingga membuat ayam stress dan ada juga kaki ayam yang patah maupun memar dan ini berkaitan dengan kesejahteraan hewan <em>(animal walfare)</em>.</p><h3 id="penangkapan-dan-pengangkutan-ayam">Penangkapan dan Pengangkutan Ayam</h3><p>Ayam pedaging memiliki tingkat stress yang tinggi sehingga harus dilakukan penanganan yang tepat untuk melindungi ayam dan menghindari resiko kerugian. Kemudian ada proses penangkapan dan pengangkutan ayam pada masa panen yang perlu mendapat perhatian.</p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/A.jpg" class="kg-image" alt loading="lazy" width="782" height="440" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/07/A.jpg 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/A.jpg 782w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><h3 id="1-penangkapan-usahakan-ketika-sore-atau-malam-hari">1. Penangkapan Usahakan Ketika Sore atau Malam Hari</h3><p>Penangkapan ayam sebaiknya dilakukan pada sore atau malam hari hingga dini hari saat suhu lingkungan dan intensitas cahaya rendah. Suhu rendah meminimalkan tekanan panas untuk ayam dan cahaya redup berarti ayam lebih rileks dan mudah untuk ditangkap.</p><h3 id="2-kontrol-ventilasi-kandang">2. Kontrol Ventilasi Kandang</h3><p>Upaya lain untuk menghindari heat stress yaitu mengontrol ventilasi udara di dalam kandang. Supaya ayam tetap mendapatkan oksigen dan udara bersih, selain itu untuk meminimalisir tingkat stress yang tinggi.</p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/B.jpg" class="kg-image" alt loading="lazy" width="830" height="553" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/07/B.jpg 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/B.jpg 830w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><h3 id="3-ciptakan-suasana-nyaman-saat-penangkapan">3. Ciptakan Suasana Nyaman Saat Penangkapan</h3><p>Penangkapan dilakukan dengan bertahap dan tenang, jika ayam membuat keributan dan panik, ayam yang lain pada akhirnya akan terbang menjauh, berkelompok atau berkerumun. Hal ini harus dihindari karena dikhawatirkan ayam akan terluka, tertindih dan mati karena berhimpit.</p><h3 id="4-proses-penangkapan-sesuai-animal-welfare-kesejahteraan-hewan">4. Proses Penangkapan Sesuai Animal Welfare (kesejahteraan hewan)</h3><p>Cara menangkap ayam sesuai kesejahteraan hewan yaitu dengan memegang kaki ayam secara perlahan kemudian memegang dada ayam, baru ayam diangkat untuk dipindahkan. Sangat tidak diperbolehkan menangkap ayam dengan cara yang kasar seperti menarik kaki, sayap, atau ekornya. Selain itu harus menghindari sistem tangkap pilih karena akan membuat ayam stress.</p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/C.jpg" class="kg-image" alt loading="lazy" width="1146" height="645" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/07/C.jpg 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/size/w1000/2023/07/C.jpg 1000w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/C.jpg 1146w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><h3 id="5-timbang-ayam-dalam-keramba">5. Timbang Ayam Dalam Keramba</h3><p>Apabila ayam ditimbang dengan cara digantung, maka kaki ayam secara kelompok diikat dengan tali dan membalikkannya dengan hati-hati. Selain digantung ayam juga dapat ditimbang setelah dimasukkan ke dalam keramba. Bagian tubuh ayam yang pertama dimasukkan ke dalam keramba adalah kepala kemudian badannya sambil memegang sayap supaya tidak mengepak. Sangat tidak dianjurkan memasukkan kaki terlebih dahulu dan tidak diperkenankan melempar ayam saat proses penangkapan atau memasukkan ke dalam keramba karena akan membuat daging memar.</p><figure class="kg-card kg-image-card kg-card-hascaption"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/07/d.png" class="kg-image" alt loading="lazy" width="276" height="183"><figcaption>Gambar tulang paha patah</figcaption></figure><p>Hal lain yang harus dipastikan adalah kondisi kandang, keramba, atau alat timbang yang baik, tidak rusak dan terhindar dari benda tajam untuk mencegah ayam dan petugas terluka.</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Pemberian Klorin Pada Ayam Broiler]]></title><description><![CDATA[<p>Kunci utama penyediaan air minum bermula dari sumber air minum. Oleh karenanya, sumber air minum baik air sumur, air kolam harus diperiksa dengan teliti sebelum dipergunakan untuk ternak ayam. &#xA0;Kali ini kita akan membahas masalah klorinasi air minum ayam.</p><h2 id="klorinkaporit">Klorin/Kaporit</h2><p>Klorinasi air minum ayam itu artinya memberikan perlakuan</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/pemberian-klorin-pada-ayam-broiler/</link><guid isPermaLink="false">64941305798bc600017f076a</guid><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Fri, 23 Jun 2023 01:54:23 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/69dee7da-2391-4ee1-8ca8-1ba966aaf61a.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/69dee7da-2391-4ee1-8ca8-1ba966aaf61a.jpg" alt="Pemberian Klorin Pada Ayam Broiler"><p>Kunci utama penyediaan air minum bermula dari sumber air minum. Oleh karenanya, sumber air minum baik air sumur, air kolam harus diperiksa dengan teliti sebelum dipergunakan untuk ternak ayam. &#xA0;Kali ini kita akan membahas masalah klorinasi air minum ayam.</p><h2 id="klorinkaporit">Klorin/Kaporit</h2><p>Klorinasi air minum ayam itu artinya memberikan perlakuan klorin (chlor) pada air. &#xA0;Klorinasi termasuk salah satu program desinfektan untuk air minum selain pemberian zat fenol, alkohol, iodine, bromin, cuka, hidrogen peroksida, ozon. Di Indonesia untuk mendesinfeksi air minum banyak menggunakan kaporit. Harga lebih murah selain itu kaporit lebih stabil dan dapat disimpan lebih lama</p><h2 id="pengaruh-air-yang-diberi-kaporit">Pengaruh Air yang Diberi Kaporit</h2><p>Tujuan pemberiaan kaporit adalah untuk membunuh bakteri patogen (agen infeksi), dan merupakan salah satu cara desinfeksi air minum. Pemberian kaporit memang memiliki efek terhadap air minum diantaranya akan meningkatkan pH air karena kaporit bersifat basa. Rasa dan bau air minum juga akan berubah sehingga menurunkan nafsu minum ayam.</p><p>Dari semua bahan diatas, klorin lah yang paling sering dipakai oleh peternak. Dosis yang dianjurkan adalah 3-5 ppm klorin ke dalam air minum. Di pasaran, klorin dikenal dengan nama kaporit atau <em>calcium hypochlorite</em>. Jika kaporitnya murni, maka dibutuhkan 8-10 gram kaporit pada tiap 1000 liter air. Agar dapat menunjukkan hasil maksimal harus diberikan sesuai dosis yang tepat. Dosis dengan takaran kurang tepat maka bakteri patogen (agen infeksi) tidak akan terbunuh. Sebaliknya, jika takaran dosis berlebih maka ayam tidak ingin minum karena terdapat rasa dan bau air khas kaporit (menyengat). Jika kaporit/klorin digunakan terus menerus, maka ayam bisa mengalami iritasi saluran pencernaan dan mikroba menguntungkan dalam saluran pencernaan bisa mati.</p><h2 id="bagaimana-jika-vitamin-enzim-dan-vaksin-ditambahkan">Bagaimana Jika Vitamin, Enzim, Dan Vaksin Ditambahkan?</h2><p>Jika yang digunakan kaporit murni, maka untuk memperoleh kadar air yang tepat untuk air dibutuhkan 6-10 gram kaporit per 1000 liter air. Namun jika kaporit yang dimiliki berkonsentrasi 50%, berarti dosis kaporit yang disarankan adalah 12&#x2013;20 gram per 1000 liter air.</p><!--kg-card-begin: html--><table class="MsoTableGrid" style="border-collapse:collapse;border:none;mso-border-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-yfti-tbllook:1184;mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" cellspacing="0" cellpadding="0" border="1">
 <tbody><tr style="mso-yfti-irow:0;mso-yfti-firstrow:yes">
  <td style="width:58.15pt;border:solid windowtext 1.0pt;mso-border-alt:
  solid windowtext .5pt;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="78">
  <p style="margin:0cm;text-align:center;line-height:18.0pt;
  vertical-align:baseline" align="center"><strong style="mso-bidi-font-weight:normal"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">Umur (minggu)<o:p></o:p></span></strong></p>
  </td>
  <td style="width:117.35pt;border:solid windowtext 1.0pt;border-left:
  none;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-alt:solid windowtext .5pt;
  padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="156">
  <p style="margin:0cm;text-align:center;line-height:18.0pt;
  vertical-align:baseline" align="center"><strong style="mso-bidi-font-weight:normal"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">Kebutuhan Air Minum (liter)<o:p></o:p></span></strong></p>
  </td>
 </tr>
 <tr style="mso-yfti-irow:1">
  <td style="width:58.15pt;border:solid windowtext 1.0pt;
  border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-alt:solid windowtext .5pt;
  padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="78" valign="top">
  <p style="margin:0cm;line-height:18.0pt;vertical-align:baseline"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">1<o:p></o:p></span></p>
  </td>
  <td style="width:117.35pt;border-top:none;border-left:
  none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;
  mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
  mso-border-alt:solid windowtext .5pt;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="156" valign="top">
  <p style="margin:0cm;line-height:18.0pt;vertical-align:baseline"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">65<o:p></o:p></span></p>
  </td>
 </tr>
 <tr style="mso-yfti-irow:2">
  <td style="width:58.15pt;border:solid windowtext 1.0pt;
  border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-alt:solid windowtext .5pt;
  padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="78" valign="top">
  <p style="margin:0cm;line-height:18.0pt;vertical-align:baseline"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">2<o:p></o:p></span></p>
  </td>
  <td style="width:117.35pt;border-top:none;border-left:
  none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;
  mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
  mso-border-alt:solid windowtext .5pt;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="156" valign="top">
  <p style="margin:0cm;line-height:18.0pt;vertical-align:baseline"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">120<o:p></o:p></span></p>
  </td>
 </tr>
 <tr style="mso-yfti-irow:3">
  <td style="width:58.15pt;border:solid windowtext 1.0pt;
  border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-alt:solid windowtext .5pt;
  padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="78" valign="top">
  <p style="margin:0cm;line-height:18.0pt;vertical-align:baseline"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">3<o:p></o:p></span></p>
  </td>
  <td style="width:117.35pt;border-top:none;border-left:
  none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;
  mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
  mso-border-alt:solid windowtext .5pt;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="156" valign="top">
  <p style="margin:0cm;line-height:18.0pt;vertical-align:baseline"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">180<o:p></o:p></span></p>
  </td>
 </tr>
 <tr style="mso-yfti-irow:4">
  <td style="width:58.15pt;border:solid windowtext 1.0pt;
  border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-alt:solid windowtext .5pt;
  padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="78" valign="top">
  <p style="margin:0cm;line-height:18.0pt;vertical-align:baseline"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">4<o:p></o:p></span></p>
  </td>
  <td style="width:117.35pt;border-top:none;border-left:
  none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;
  mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
  mso-border-alt:solid windowtext .5pt;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="156" valign="top">
  <p style="margin:0cm;line-height:18.0pt;vertical-align:baseline"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">245<o:p></o:p></span></p>
  </td>
 </tr>
 <tr style="mso-yfti-irow:5">
  <td style="width:58.15pt;border:solid windowtext 1.0pt;
  border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-alt:solid windowtext .5pt;
  padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="78" valign="top">
  <p style="margin:0cm;line-height:18.0pt;vertical-align:baseline"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">5<o:p></o:p></span></p>
  </td>
  <td style="width:117.35pt;border-top:none;border-left:
  none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;
  mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
  mso-border-alt:solid windowtext .5pt;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="156" valign="top">
  <p style="margin:0cm;line-height:18.0pt;vertical-align:baseline"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">290<o:p></o:p></span></p>
  </td>
 </tr>
 <tr style="mso-yfti-irow:6;mso-yfti-lastrow:yes">
  <td style="width:58.15pt;border:solid windowtext 1.0pt;
  border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-alt:solid windowtext .5pt;
  padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="78" valign="top">
  <p style="margin:0cm;line-height:18.0pt;vertical-align:baseline"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">6<o:p></o:p></span></p>
  </td>
  <td style="width:117.35pt;border-top:none;border-left:
  none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;
  mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
  mso-border-alt:solid windowtext .5pt;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt" width="156" valign="top">
  <p style="margin:0cm;line-height:18.0pt;vertical-align:baseline"><span style="mso-ansi-language:EN-ID">330<o:p></o:p></span></p>
  </td>
 </tr>
</tbody></table><!--kg-card-end: html--><p>Tabel 1. Kebutuhan Air Minum Ayam Per Hari Pada Suhu 21 &#x2070;C (liter/1000 ekor)</p><p>Oleh sebab itu, air yang mengandung kaporit/klorin harus didiamkan terlebih dahulu 20-30 menit sebelum diberikan ke ayam. Untuk air minum berkaporit, namun ingin dilakukan penambahan vitamin atau enzim, maka harus didiamkan (diendapkan) 8-12 jam. Tetapi, jika akan dilakukan vaksinasi, air berkaporit tersebut harus didiamkan dulu selama 24 jam sebelum digunakan untuk melarutkan vaksin.</p><p>Pemberian air berkaporit dapat dilakukan mulai dari DOC sampai ayam dewasa untuk meminimalisir bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh ayam. Jika dilakukan dengan cara yang benar dan dosis yang tepat, maka mampu meminimalisir resiko yang ada.</p><p>Semoga Bermanfaat.</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Mengetahui Perbedaan Ayam Pedaging Jantan dan Betina]]></title><description><![CDATA[<p>Ayam pedaging adalah ayam jantan atau betina penghasil daging yang dipanen saat berumur 4 sampai 5 minggu. Perkembangan peternakan broiler ini dimulai pada tahun 1960-an dan berkembang pesat pada tahun 2000-an.</p><p>Secara umum pemeliharaan ayam pedaging di Indonesia intensif dan tidak tergantung jenis kelamin. Padahal nilai ekonomi, kebutuhan gizi dan</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/mengetahui-perbedaan-ayam-pedaging-jantan-dan-betina/</link><guid isPermaLink="false">648980c0798bc600017f06fa</guid><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Wed, 14 Jun 2023 09:29:16 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/Foto-oleh-Pinterest2.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/Foto-oleh-Pinterest2.jpg" alt="Mengetahui Perbedaan Ayam Pedaging Jantan dan Betina"><p>Ayam pedaging adalah ayam jantan atau betina penghasil daging yang dipanen saat berumur 4 sampai 5 minggu. Perkembangan peternakan broiler ini dimulai pada tahun 1960-an dan berkembang pesat pada tahun 2000-an.</p><p>Secara umum pemeliharaan ayam pedaging di Indonesia intensif dan tidak tergantung jenis kelamin. Padahal nilai ekonomi, kebutuhan gizi dan ransum gizi ayam dan ayam kampung berbeda.</p><p>Berikut ini, Agrinis membahas berbagai kemungkinan dan keuntungan memisahkan ayam pedaging jantan dan betina</p><ol><li><strong>Memegang Leher Ayam</strong></li></ol><p>Pilihan lainnya adalah memegang leher ayam. Pegang leher ayam dan tarik ke atas. Jika ayam memberontak, itu betina. Sebaliknya, jika lehernya ditarik ke atas tidak berontak, bisa dikatakan ayam itu jantan.</p><p><strong>2. Melihat Langsung Kelamin Ayam</strong></p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/qwdq.jpg" class="kg-image" alt="Mengetahui Perbedaan Ayam Pedaging Jantan dan Betina" loading="lazy" width="320" height="143"></figure><p>Untuk mengetahui jenis kelamin anak ayam dapat diketahui dengan melihat bukaan kloaka/anal anak ayam umur 1-5 hari, karena pada saat itu anak ayam masih dalam masa pertumbuhan.</p><p>Saat melihat kloaka anak ayam, jika terlihat titik kecil yang menonjol, berarti anak ayam tersebut berjenis kelamin jantan. Namun, jika yang terlihat pada kloaka anak ayam berbentuk bulat tanpa titik atau lesung pipit, berarti ia betina.</p><p>Untuk memudahkan cara di atas, lakukan pada siang hari atau di tempat yang terang. Ini lebih mudah dengan anak ayam yang baru menetas dibandingkan dengan anak ayam berumur seminggu.</p><p>3. <strong>Melihat Bulu Sayap Anak Ayam</strong></p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/qedqwd.jpg" class="kg-image" alt="Mengetahui Perbedaan Ayam Pedaging Jantan dan Betina" loading="lazy" width="600" height="471" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/qedqwd.jpg 600w"></figure><p>Jika tadi dilihat dari kelebatan bulu, perbedaan ayam broiler jantan dan betina juga bisa dilihat dari bulu sayapnya. Anak ayam yang memiliki bulu sayap panjang, dipastikan ayam tersebut berkelamin betina. Sebaliknya, jika bulu sayapnya tidak panjang, maka ayam tersebut berkelamin jantan.</p><p><strong>4. Lihat Bulu Anak Ayam</strong></p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/qeddqef.jpg" class="kg-image" alt="Mengetahui Perbedaan Ayam Pedaging Jantan dan Betina" loading="lazy" width="1280" height="720" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/06/qeddqef.jpg 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/size/w1000/2023/06/qeddqef.jpg 1000w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/qeddqef.jpg 1280w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><p>Cara lain untuk mengetahui perbedaan ayam pedaging jantan dan betina adalah dengan melihat bulu ayam. Pada umumnya ayam betina lebih cepat tumbuh bulunya, sedangkan ayam jantan seringkali belum memiliki bulu. Pertumbuhan bulu lebih merata di seluruh tubuh pada ayam pedaging betina dibandingkan ayam pedaging jantan.</p><p><br><strong>5. Melihat Jengger dan Pial Ayam</strong><br><br>Jambul dan pialdi atas kepala ayam membantu ayam menjaga suhu tubuhnya tetap dingin dan juga dapat membedakan antara ayam pedaging jantan dan betina. Secara umum, ayam pedaging jantan memiliki jambul dan perut yang lebih panjang daripada ayam pedaging betina.</p><p><strong>6. Melihat Kaki Ayam</strong><br><br>Selain lebih berat dan berat, ayam pedaging jantan juga memiliki kaki yang lebih panjang dibandingkan ayam pedaging betina.</p><p><strong>7. Mengukur dan Melihat Postur serta Bobot Ayam</strong><br><strong><br></strong>Faktor ini mempengaruhi harga ayam pedaging karena ayam pedaging jantan cenderung lebih berat dan bobotnya lebih berat dibandingkan ayam pedaging betina.</p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/wdfce.jpg" class="kg-image" alt="Mengetahui Perbedaan Ayam Pedaging Jantan dan Betina" loading="lazy" width="1094" height="716" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/06/wdfce.jpg 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/size/w1000/2023/06/wdfce.jpg 1000w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/wdfce.jpg 1094w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><h2 id="keuntungan-memisahkan-ayam-pedaging-jantan-dari-ayam-pedaging-betina">Keuntungan Memisahkan Ayam Pedaging Jantan dari Ayam Pedaging Betina<br></h2><p>Meskipun peternak jarang memisahkan jenis kelamin ayam pedaging dalam pembibitan ayam pedaging di Indonesia, peternak biasanya masih menggunakan klasifikasi untuk memisahkan ayam pedaging besar dan kecil.</p><p>Namun, jika peternak sejak awal membedakan antara ayam pedaging jantan dan betina, hal ini akan memudahkan pekerjaan peternak di kemudian hari, karena ayam pedaging jantan cenderung lebih berbobot dan memudahkan klasifikasi.</p><p>Selanjutnya, pembeli tidak boleh menekankan ayam dengan secara acak menugaskannya ke ukuran yang diinginkan, karena ayam pedaging yang berat dipisahkan sejak awal.</p><p>Terakhir, memisahkan ayam pedaging jantan dan betina memudahkan peternak untuk mengatur tinggi mangkok <em>feeder</em> dan <em>waterer</em>, karena lebih seimbang dan pemberian pakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan berat ayam sebenarnya.</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Tips Mencegah Stress Pada DOC Broiler]]></title><description><![CDATA[<p>Ayam adalah salah satu unggas yang sangat sensitif terhadap stress. Ingatlah bahwa sensitivitas lebih tinggi saat ayam berumur kurang dari 14 hari. Fakta praktis menunjukkan bahwa stress adalah penyebab utama kematian pada anak ayam (DOC). Tentu saja, jika stress pada ayam dibiarkan terus, itu tidak hanya mempengaruhi kesehatan dan perkembangan</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/tips-mencegah-stress-pada-doc-broiler/</link><guid isPermaLink="false">648172a3798bc600017f0696</guid><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Thu, 08 Jun 2023 09:15:33 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/blog.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/blog.jpg" alt="Tips Mencegah Stress Pada DOC Broiler"><p>Ayam adalah salah satu unggas yang sangat sensitif terhadap stress. Ingatlah bahwa sensitivitas lebih tinggi saat ayam berumur kurang dari 14 hari. Fakta praktis menunjukkan bahwa stress adalah penyebab utama kematian pada anak ayam (DOC). Tentu saja, jika stress pada ayam dibiarkan terus, itu tidak hanya mempengaruhi kesehatan dan perkembangan DOC, tetapi juga keuntungan yang diterima peternak.</p><h2 id="cara-agar-ayam-doc-bebas-stress">Cara Agar Ayam DOC Bebas Stress</h2><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/Keadaan-Kandang-Ayam-Potong.jpg" class="kg-image" alt="Tips Mencegah Stress Pada DOC Broiler" loading="lazy" width="626" height="417" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/06/Keadaan-Kandang-Ayam-Potong.jpg 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/Keadaan-Kandang-Ayam-Potong.jpg 626w"></figure><p><strong>1. &#xA0;Kandang yang Bagus</strong></p><p>Kandang merupakan poin penting dalam peternakan ayam. Kandang DOC standar yang nyaman terdiri dari lampu, pemanas dan kipas serta terhindar dari udara panas dan dingin. Untuk anak ayam berumur kurang dari 14 hari, sangat penting untuk memperlebar dinding kandang untuk mengurangi kepadatan kandang, sehingga tekanan panas dapat mengurangi kepadatan kandang hingga 10%. kapasitas kandang</p><p>Atur ventilasi pada cuaca panas dengan membuka dan menutup sistem gorden, memungkinkan udara sejuk dan dingin menggantikan udara hangat yang bersirkulasi di dalam kandang. Pembelian berupa kipas tambahan, ventilator dan hujan buatan dapat meningkatkan pengaturan ventilasi. Kandang DOC sangat berbeda dengan tahap pemeliharaan dan penggemukan ayam, sehingga penting untuk memastikan bahwa kandang tersebut ideal untuk kandang.</p><p><strong>2. &#xA0; Lingkungan yang Menyenangkan</strong></p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/WhatsApp-Image-2023-06-08-at-13.42.29.jpeg" class="kg-image" alt="Tips Mencegah Stress Pada DOC Broiler" loading="lazy" width="821" height="362" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/06/WhatsApp-Image-2023-06-08-at-13.42.29.jpeg 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/WhatsApp-Image-2023-06-08-at-13.42.29.jpeg 821w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><p>Pastikan juga lingkungan kandang harus nyaman. Bangun kandang sejauh mungkin dari aktivitas atau aktivitas manusia (perumahan). DOC tidak nyaman di lingkungan dengan terlalu banyak kebisingan. </p><p><strong>3.</strong> <strong>Rekatkan Ayam Selama Beberapa Menit</strong></p><p>Membeli bibit DOC dari peternakan lain yang jaraknya cukup jauh dari lokasi kandang akan mengakibatkan bibit DOC stress. Setelah menempuh perjalanan jauh, jangan langsung memasukkan bibit DOC ke dalam kandang, sebaiknya DOC didiamkan beberapa menit. Saat DOC tampak lebih tenang, masukkan anak ayam ke dalam kandang dan beri mereka inkubator.</p><p><strong>4. &#xA0;Pemberian Vitamin</strong></p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/06/6a15fa2a0b867c95a1157fc0f7c74e2e.jpeg" class="kg-image" alt="Tips Mencegah Stress Pada DOC Broiler" loading="lazy" width="564" height="360"></figure><p>Pemberian vitamin secara teratur dapat meminimalkan stres pada DOC. Selain memperkuat daya tahan tubuh DOC, vitamin juga dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan DOC agar lebih lengkap.</p><p>Vitamin C berperan penting dalam mengatasi stress panas. Studi menunjukkan bahwa suplementasi dengan vitamin C dapat mengatasi stress yang disebabkan oleh faktor iklim/cuaca. Ayam yang stress tidak dapat mensintesis vitamin C dalam jumlah yang cukup. </p><p><strong>5. Beri Makan Sesuai Kebutuhan</strong></p><p>Setiap tahap perkembangan ayam memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Setiap jenis makanan memiliki nilai gizi yang disesuaikan dengan usia perkembangannya. Tepung (mash) merupakan jenis pakan dengan tekstur yang halus sehingga cocok sebagai pakan DOC karena dapat memperlancar pencernaan.</p><p>Selain makanan, suplai air dingin juga membantu menstabilkan suhu DOC saat udara sekitar tinggi. Pada suhu tinggi, konsumsi air minum meningkat hingga 50%. Distribusi ketersediaan air perlu diatur secara teratur agar ayam tidak berebut air minum.</p><p>Stress pada anak ayam dapat diminimalkan jika peternak dapat mengidentifikasi gejala sedini mungkin. Mengenali stress penting untuk meningkatkan kualitas ayam dan mencegah kerugian. Semoga bermanfaat.</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Waspada Pembawa Penyakit yang Dianggap Remeh Oleh Peternak]]></title><description><![CDATA[<p>Lalat adalah hewan yang dapat menularkan virus, bakteri dan berbagai bakteri ke manusia atau hewan ternak. Lalat yang biasa ditemukan di peternakan ayam adalah <em>Musca domestica</em> atau disebut juga lalat rumah. Lantas apa saja penyebab dan akibat dari keberadaan/serbuan lalat di peternakan?</p><p><strong>Faktor Penyebab Serbuan Lalat</strong><br>Peningkatan jumlah lalat</p>]]></description><link>https://blog.agrinis.com/waspada-pembawa-penyakit-yang-dianggap-remeh-oleh-peternak/</link><guid isPermaLink="false">646f0e5b798bc600017f0630</guid><dc:creator><![CDATA[vina sigiro]]></dc:creator><pubDate>Thu, 25 May 2023 08:15:51 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/05/cq5dam.web.1280.1280.jpeg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/05/cq5dam.web.1280.1280.jpeg" alt="Waspada Pembawa Penyakit yang Dianggap Remeh Oleh Peternak"><p>Lalat adalah hewan yang dapat menularkan virus, bakteri dan berbagai bakteri ke manusia atau hewan ternak. Lalat yang biasa ditemukan di peternakan ayam adalah <em>Musca domestica</em> atau disebut juga lalat rumah. Lantas apa saja penyebab dan akibat dari keberadaan/serbuan lalat di peternakan?</p><p><strong>Faktor Penyebab Serbuan Lalat</strong><br>Peningkatan jumlah lalat di peternakan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti pemeliharaan kandang, kondisi nutrisi dan kondisi fisik ayam. Perlu diketahui bahwa serangan lalat tidak hanya disebabkan oleh faktor internal (ternak), tetapi juga faktor eksternal. Misalnya, lingkungan sekitar kandang yang kotor dan basah juga bisa mengundang lalat. Faktor-faktor ini menyebabkan bertambahnya populasi lalat di peternakan antara lain:</p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/05/IMG_19652544422-Foto-Keswan-Mengelola-Kotoran-Ayam-Layer.jpg" class="kg-image" alt="Waspada Pembawa Penyakit yang Dianggap Remeh Oleh Peternak" loading="lazy" width="777" height="489" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/05/IMG_19652544422-Foto-Keswan-Mengelola-Kotoran-Ayam-Layer.jpg 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/05/IMG_19652544422-Foto-Keswan-Mengelola-Kotoran-Ayam-Layer.jpg 777w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><ol><li><strong>Lingkungan Kandang &#xA0;yang Kotor</strong><br>Ini adalah salah satu penyebab utama serangan lalat. Banyak penyebab lingkungan kandang menjadi kotor seperti banyak kotoran yang berserakan, kotoran ayam basah atau lembab yang jarang ganti, dan bangkai ayam yang tidak dikubur dengan baik.<strong> </strong></li><li><strong>Kondisi Lingkungan yang Lembab</strong><br>Kondisi lingkungan basah dapat terjadi pada saat musim hujan. Belum lagi minimnya sirkulasi udara dan minimnya cahaya yang masuk ke dalam kandang. Kondisi seperti itu sangat menguntungkan bagi perkembangbiakan lalat, apalagi dengan feses ayam yang basah.</li><li><strong>Adanya ternak yang sakit</strong><br>Pada umumnya ayam yang sakit tidak dapat mencerna makanan dengan baik sehingga kotorannya lebih basah dan mengandung banyak amonia. Hal ini dapat mengundang lalat untuk bertelur dan berkembang biak.</li><li><strong>Manajemen Pakan yang Sopan</strong><br>Pengelolaan penyimpanan dan pemberian pakan yang ceroboh menimbulkan masalah tersendiri, termasuk adanya lalat. Misalnya, banyaknya makanan yang tumpah dapat menarik lalat, dan makanan yang tumpah akan bersentuhan dengan air minum yang tumpah sehingga menjadi basah.</li></ol><p><strong>Efek serangan lalat di area peternakan</strong></p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.agrinis.com/content/images/2023/05/demo-kandang-ayam-e.jpg" class="kg-image" alt="Waspada Pembawa Penyakit yang Dianggap Remeh Oleh Peternak" loading="lazy" width="1280" height="720" srcset="https://blog.agrinis.com/content/images/size/w600/2023/05/demo-kandang-ayam-e.jpg 600w, https://blog.agrinis.com/content/images/size/w1000/2023/05/demo-kandang-ayam-e.jpg 1000w, https://blog.agrinis.com/content/images/2023/05/demo-kandang-ayam-e.jpg 1280w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><ol><li><strong>Menjadi Masalah Sosial</strong><br>Populasi lalat yang berlebihan dapat mengganggu pemukiman di sekitar kandang dan pekerja peternakan. Belum lagi bau kotoran yang tidak sedap (amonia). Faktanya, ini adalah salah satu masalah sosial terpenting dalam peternakan dan sering diabaikan.</li><li><strong>Pembawa Penyakit (Vector disease)</strong><br>Pada ayam, yang kandang pemeliharaanya sebagai salah satu &#x2018;tersangka&#x2019; sumber produksi lalat bagi lingkungan kandang maupun lingkungan sekitar, lalat rumah berperan menjadi vektor mekanik Salmonella pullorum, Salmonella gallinarum, <em>Escherichia coli, New Castle Disease</em>, dan parasit salah satunya cacing. Salmonella sp merupakan salah satu agen penyakit penyebab food borne disease, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari makanan. Salmonella juga dapat ditularkan pada ayam petelur yang sakit kedalam telur yang dihasilkan, sehingga telur tersebut akan berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia, apalagi jika telur tersebut tidak dimasak sampai matang.</li><li><strong>Penurunan Produktivitas dan Kinerja</strong><br>Kehadiran lalat, termasuk lalat <em>M. domestica</em>, di peternakan ayam dapat mengganggu istirahat pegawai serta membuat ketidaknyamanan dan kesejahteraan ayam serta mengakibatkan penurunan bobot badan ayam.</li></ol><p>Insektisida biasanya digunakan untuk mengendalikan lalat, ini pilihan yang cukup bagus. Namun, peternak harus memperhatikan kebersihan kandang dan lingkungan kandang. Meminimalkan masuknya lalat ke areal peternakan dan pemukiman sekitar kandang.</p><hr><p>Oleh: Feri &amp; Vina, Agrinis.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>