4 min read

Teknik Beternak

Teknik Beternak

Menguasai teknik beternak secara baik dan benar merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pemeliharaan ayam pedaging, adapun yang perlu di perhatikan sebagai berikut:

1. Manajemen kandang

Untuk memahami dasar awal dalam beternak ayam broiler, maka perlu memahami manajemen dalam kandangnya terlebih dahulu, yakni:

a.       Kebersihan dan kesehatan kandang

Persiapan kandang yang dilakukan yaitu menjaga kebersihan kandang sebelum digunakan. Kebersihan kandang harus selalu dijaga untuk mendukung aktivitas ayam sehari-hari. Setiap selesai satu (1) periode pemeliharaan, kandang harus diistirahatkan sekitar 14 hari, untuk mengurangi resiko kontaminasi serta memotong siklus kehidupan bakteri dan virus. Kegiatan yang dilakukan selama masa istirahat tersebut, antara lain membuang sisa pakan, litter, kotoran, mencuci peralatan, membersihkan debu, dan sarang laba-laba yang menempel, serta melakukan desinfeksi kandang secara teratur.

b.      Kebersihan peralatan

Seperti halnya kandang, kebersihan peralatan juga perlu dijaga setelah selesai digunakan, peralatan harus dicuci dengan detergen hingga bersih, kemudian dibilas dengan desinfektan dan dikeringkan. Selanjutnya peralatan disimpan digudang tersendiri agar bersih. Untuk mengurangi penyebaran penyakit, dalam satu (1) kandang atau antara kandang yang berdekatan hanya boleh dipelihara ayam dengan umur yang seragam, atau tidak terlalu beda jauh maksimal 3 hari.

c.       Penanganan emisi

Selain meraih keuntungan yang optimal, peternak broiler juga harus mempertimbangkan kesehatan lingkungan sekitar kandang akibat emisi yang dihasilkan. Emisi tersebut berupa kotoran (feses) ayam broiler yang bercampur dengan litter dan pakan yang tercecer (selanjutnya disebut manur).

Manur yang sudah dimasukan ke dalam karung siap dipasarkan sebagai pupuk. Jumlah manur yang dihasilkan bervariasi, tergantung pada strain, jumlah ayam broiler, dan jumlah pakan yang dikonsumsi.

d.      Pencegahan masuknya bibit penyakit

Pencegahan masuknya bibit penyakit dari luar kandang dilakukan dengan biosecurity atau sanitasi, yaitu melalui penyemprotan disinfektan ke setiap unsur yang masuk ke kandang, baik berupa kendaraan, barang, pakan, maupun orang. Apabila sebelumnya terjadi kasus penyakit, perlu dilakukan desinfeksi secara ekstra, yaitu melalui penyemprotan formalin hingga lima kali ulangan.

e.       Menyiapkan kandang sebelum kedatangan DOC

Menyiapkan kandang sebelum kedatangan anak ayam atau DOC perlu dilakukan sebaik mungkin. Sebab, manajemen kandang yang baik sangat menentukan produksi yang dihasilkan dapat optimal atau tidak.

Berikut adalah kegiatan membersihkan kandang yang perlu dipahami peternak ayam ras pedaging sebelum anak ayam didatangkan untuk periode budidaya selanjutnya

• Mencuci kandang dan peralatan dengan air dan detergen.
• Desinfeksi (suci hama) kandang dan peralatan.
• Pengapuran kandang dan peralatan.
• Memasang peralatan dan mempersiapkan litter (alas ayam).
• Desinfeksi lanjutan.

2. Manajemen lingkungan kandang

Kandang untuk pemeliharaan ayam ras pedaging setidaknya harus memenuhi persyaratan sirkulasi udara suhu dan kelembaban yang sesuai dengan kebutuhan ayam ras pedaging. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjaga suhu dan kelembaban kandang agar selalu tetap ideal yaitu:

a.   Kepadatan kandang.
b.   Bahan kandang yang digunakan.
c.   Pengaturan sirkulasi udara.
d.   Pengaturan cahaya.

Selain itu, Ayam ras pedaging termasuk ayam dengan tingkat stress yang cukup tinggi, oleh karenanya kita harus dapat mengatur lingkungan kandang dengan baik ada dua hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

a.       Lingkungan dalam kandang, pastikan kandang aman dan terkendali dari semua hal yang tidak diinginkan, agar ayam selalu merasakan nyaman, jauhkan dari hal-hal yang tidak perlu ada atau tidak perlu dilakukan di dalam kandang.

b.      Lingkungan luar kandang, pastikan kandang aman dari gangguan dari luar, seperti gangguan hewan buas, aktivitas manusia maupun yang terlalu bising atau dinamis, serta mengatur arus keluar masuk area kandang yakni dengan menjaga biosecurity secara berkala.

3. Manajemen penyakit

Ayam ras pedaging termasuk ternak yang rawan terjangkit penyakit. Jika tidak dilakukan manajemen pencegahan penyakit dengan baik, kerugian akan dialami oleh peternak dalam jumlah cukup besar. Tindakan yang paling efektif dalam pencegahan penyakit pada ayam ras pedaging adalah melalui vaksinasi. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan vaksinasi adalah kualitas vaksin, teknik atau metode yang digunakan, dosis, waktu pelaksanaan, dan cara penyimpanan vaksin.

Vaksinasi pada ayam pedaging, terutama dilakukan untuk mencegah penyakit tetelo atau ND dan gumboro. Dalam kondisi rawan, juga perlu diberi vaksinasi penyakit lain seperti flu burung.

Apabila terdapat ayam yang terkena penyakit, maka perlu diidentifikasi terlebih dahulu, penyebab sehingga terjadinya penyakit tersebut.

Biasanya, di ayam broiler ada 3 kategori penyebab jenis penyakit,

a.       Penyakit yang di sebabkan oleh jamur.

b.      Penyakit yang di sebabkan oleh bakteri.

c.      Penyakit yang di sebabkan oleh virus.

Dan untuk tindakan yang tepat, biasanya lebih efektif melakukan mencegahan dengan memaksimalkan manajemen pemeliharaan. Namun andaikata jika sudah terjadi maka ada dua alternatif penanganan, yaitu pemusnahan (dipotong atau dibakar) atau dipisahkan dari yang sehat untuk dilakukan pengobatan. Jika khawatir terjadi penularan yang luas, sebaiknya ayam yang terserang penyakit parah segera dimusnahkan untuk menyelamatkan ayam yang sehat. Adapun tindakan pengobatan dengan memisahkan ayam yang sakit dapat dilakukan untuk penyakit yang tidak terlalu serius dan mudah menyebar.

Singkatnya, penanganan penyakit yang teridentifikasi pada ayam broiler, penanganannya disesuaikan dengan jenis dan penyebab penyakitnya, sehingga dituntut pemahaman dari peternak untuk mengantisipasi maupun menangani hal tersebut. Karena jika seandainya penanganan ataupun pencegahannya berjalan tidak sesuai dengan yang semestinya, maka dampak yang bisa ditimbulkan adalah kerugian. Oleh karena itu, peternak harus selalu memperbaharui perbendaharaan pengetahuan akan penyakit, dengan berkonsultasi pada dokter hewan, PPL, media online atau offline, maupun sharing pengalaman dengan peternak lainnya, sehingga mampu menambah wawasan kita dalam beternak modern yang selalu bergerak dinamis.


Oleh: Dedi & Vina, Agrinis.

Referensi:
Dwi joko Dkk, 7 jurus sukses menjadi peternak ayam ras pedaging.